Pengingat Penting bagi Setiap Mukmin
Assalamu Alaikum, segala puji bagi Allah dan semoga shalawat serta salam terlimpah kepada Rasul-Nya. Aku akhir-akhir ini sering merenung, dan aku rasa kita perlu mengingat sesuatu yang penting. Di masa-masa awal Islam, para pendahulu kita tidak memiliki kenyamanan seperti kita sekarang-tidak ada jaminan makanan, air, atau tempat tinggal-namun, alhamdulillah, kebenaran Islam sampai kepada mereka. Islam tidak dimulai sebagai kerajaan besar dengan seorang raja. Islam dimulai dengan Nabi Muhammad (shallallahu 'alaihi wasallam), makhluk terbaik, yang membawa kita kebenaran. Beliau dan para sahabatnya (radhiyallahu 'anhum) menghadapi segalanya: pukulan, kelaparan, cemoohan, dan segala jenis kesulitan, baik fisik maupun spiritual. Mereka menanggung semuanya, berhasil, dan melihat dunia ini apa adanya: hanya sebuah ujian, ilusi sementara di mana segala sesuatu bisa tampak tidak adil. Aku mengatakan ini karena hari ini, kebanyakan dari kita hidup dalam kemewahan-air mengalir, kulkas penuh, rumah yang stabil. Jangan salah paham, ini adalah nikmat, tapi semua itu telah membuat kita menjadi lembut. Kita bergumul dengan iman kita, menolak batasan-batasan yang Allah tetapkan untuk melindungi kita, dan tidak sabar menghadapi ujian kecil. Kita begitu kecanduan pada kepuasan instan sehingga ketika seseorang mempertanyakan Allah dengan tidak hormat, mereka yang mengoreksinya dicap sebagai ekstrem. Allah telah menunjukkan rahmat-Nya dengan memberi kita petunjuk yang jelas, tapi dalam kebodohan kita, kita lebih suka terjun ke politik, hiburan, dan olahraga, mengabaikan pengetahuan agama kita yang terjaga dengan sempurna. Dalam kemalasan kita, kita bertindak seolah-olah itu bahkan tidak ada. Takutlah kepada Allah dan pelajarilah agama kalian. Takutlah kepada Allah dan jauhilah apa yang Dia larang-Dia hanya mengharamkan sesuatu karena itu merugikan kita. Cintailah Allah dan ingatlah bahwa kehidupan ini bukanlah akhir; atas kesabaran kita, Allah telah menyiapkan pahala yang tak terbayangkan. Jangan biarkan dunia ini menipumu. Orang-orang yang kita lihat sukses mungkin hancur di dalamnya. Jika kisah-kisah seperti Epstein tidak menyadarkanmu, aku tidak tahu apa lagi yang bisa. Semoga Allah menjadikan kita kuat menghadapi dunia ini, menganugerahkan kesabaran kepada kita, dan menjaga kita tetap teguh. Semoga Ramadan ini membawa taubat yang tulus. Aamiin.