Sebuah cara praktis untuk menemukan pasangan yang suci, insya Allah.
Assalamu alaikum, Saya mau sharing ini buat yang pengen pasangan yang juga perawan. Pertama, ingat: wanita baik untuk pria baik, dan pria baik untuk wanita baik. Banyak masalah yang berkaitan dengan dosa masa lalu, sembunyi-sembunyi, atau ketidaksetiaan bisa dihindari kalau orang-orang jelas menyatakan apa yang nggak bisa mereka terima dari awal. Saya jujur berpikir banyak masalah pernikahan dimulai karena orang-orang nggak mencatat apa yang mereka harapkan dari pasangan. Mulai sekarang, sebelum terikat emosi, buatlah daftar sederhana dan bagikan sebelum bertemu. Mulai dengan sesuatu kaya: “Saya seorang perawan dan saya mengharapkan hal yang sama. Saya nggak mau seseorang yang sudah berhubungan intim dengan orang lain, baik melalui zina atau bentuk zina kecil (kayak ciuman atau oral).” Kemudian tambahkan item lain seperti: “Saya mau istri yang shalat Tahajjud,” “Saya mau istri yang penyayang,” dsb. Semakin panjang dan jelas daftar kamu, semakin baik - ini berlaku untuk pria dan wanita. Jangan bikin checklist kaku ya; biarkan orang lain baca dulu atau kirim lewat pesan. Kalau orang lain punya masa lalu, mereka bisa bilang dengan sopan, “Kita nggak cocok,” tanpa memberi detail. Ini menjaga privasi dan martabat, menghemat waktu, dan mencegah kekecewaan berkepanjangan. Selalu berdoa agar Allah memberikan apa yang kamu inginkan. Kenapa banyak orang lebih suka pasangan tanpa masa lalu, bahkan meskipun seseorang sudah bertobat? Beberapa alasan: - Beban emosional atau psikologis - Risiko infeksi menular seksual - Keinginan untuk saling suci - Takut stigma sosial atau olok-olok - Khawatir mereka mungkin mengulang dosa masa lalu - Merasa “kurang istimewa” atau khawatir tentang pikiran pasangan masa lalu saat berintim Ketika kamu membaca cerita online tentang ketidaksetiaan, jangan biarkan itu menakutimu. Belajarlah dari mereka. Buatlah daftar fokus tentang kepribadian, religiositas, dan gaya hidup (pandangan tentang anak, praktik agama, bahkan hal praktis kaya sikap terhadap vaksin jika itu penting bagimu). Jangan terlalu berlebihan dengan tuntutan yang tidak realistis - tulis apa yang benar-benar kamu butuhkan untuk pernikahan yang stabil. Ingat, kesempurnaan tidak ada. Kita harus berusaha untuk jadi pasangan terbaik yang kita bisa: belajar tentang keterikatan, keintiman, kebutuhan emosional, dan romansa. Kadang saya khawatir tentang apa yang kita lihat online, tapi saya percaya bahwa pasangan yang saleh dan terdidik yang takut pada Allah akan menghargai dan tetap setia pada pasangannya. Begitu juga untuk pria. Jadi, saudara-saudara: jangan terjebak dalam ketakutan. Berusaha untuk meningkatkan diri, percayalah pada Allah, dan terus berdoa untuk pasangan yang baik. Saya percaya pendekatan ini membantu orang menemukan pasangan yang menjaga kesucian tanpa memaksa siapapun untuk mengungkap detail masa lalu yang menyakitkan. Terima kasih sudah membaca - semoga ini membantu.