Catatan untuk Saudara-Saudara yang Berjuang dengan Pengendalian Diri Seksual, Assalamu alaikum
Assalamu alaikum saudara-saudara, Saya sekarang sudah dewasa, tapi pertama kali saya berhadapan dengan pornografi saat remaja. Sejak itu, hingga dewasa, saya terus jatuh ke pola yang sama. Untuk waktu yang lama, saya bilang pada diri sendiri bahwa saya punya "nafsu seksual tinggi." Saya mendengar suara-suara yang bilang bahwa masturbasi itu normal atau sehat. Sementara itu diam-diam merusak saya. Melihat kembali, saya sadar betapa itu melemahkan seorang pria - bukan karena kekuatan fisik, tapi dengan menguras disiplin dan tujuan. Satu hal yang saya harap ada yang memberi tahu saya: sebagian besar waktu, kamu tidak punya “nafsu seksual tinggi” yang misterius. Yang kamu miliki adalah sistem limbik yang tidak teratur - bagian primal dari otak yang bereaksi, menginginkan, dan memicu dorongan tanpa moral, nilai, atau pemikiran jangka panjang. Itu insting dasar, tidak lebih. Bagian dari dirimu yang punya nilai, yang peduli siapa kamu ingin jadi dan berpikir tentang masa depan, tinggal di bagian depan pikiranmu. Itulah pemimpinnya. Tapi ketika sisi primal ini terstimulasi berulang kali, pemimpin itu akan terpukul. Begitulah kecanduan dimulai: bagian primitif mengambil alih. Saya tidak menghakimi pria-pria yang jatuh ke dalam ini. Saya merasa simpatik. Banyak dari kita masih anak-anak saat ini dimulai. Pornografi disediakan secara gratis dengan alasan - karena kita lah yang dimanfaatkan. Kamu tidak selalu membayar dengan uang; kamu membayar dengan perhatian, kejelasan, kedewasaan, dan akhirnya rasa diri. Ketika saya mulai menjauhkan diri, segalanya berubah. 2-3 hari pertama sangat sulit, seperti mengalami gejala putus, tapi kemudian ada perubahan. Respon dopamin mulai tenang. Energi terasa seperti tetap berada di dalam diri saya daripada bocor keluar. Belajar jadi lebih mudah. Latihan saya terasa lebih tajam. Stres tidak membuat saya terpukul secepat itu. Kontrol diri terasa lebih kuat dan lebih alami. Saat itulah saya menyadari bahwa ini bukan tentang “libido tinggi” atau hanya hormon. Ini adalah sistem primitif yang berjalan liar tanpa disiplin. Pesan sederhana saya untuk saudara-saudara yang membaca ini: kamu tidak rusak atau terkutuk. Kamu perlu merebut kembali kendali saat masih muda. Jika tidak, bagian terendah dari pikiranmu akan mengendalikan hidupmu, bukan bagian yang merencanakan, berpikir, dan berusaha untuk memperbaiki. Menguasai ini sekarang adalah salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan seorang pria Muslim muda, baik menikah atau tidak. Jika kamu tidak mendapatkan kendali atas keinginanmu, mereka akan mengendalikan segalanya. Semoga Allah memberi kita kekuatan, tawfiq, dan istiqamah. Ambil langkah kecil, teruskan doa, dan cari dukungan dari saudara-saudara atau ulama yang tepercaya jika kamu membutuhkannya. Kamu tidak sendirian.