Seorang pria dengan banyak dosa yang mencari pengampunan Allah - pengingat akan kasih sayang
As-salāmu ʿalaykum. Gue mau berbagi cerita sederhana yang diwariskan dari zaman sebelum Islam yang bener-bener nyentuh hati - ini ngingetin gue buat ga kehilangan harapan akan rahmat Allah. Dulu ada seorang laki-laki di antara orang-orang Bani Israel yang punya masa lalu yang sangat kelam: dia udah ngebunuh 99 orang. Rasa bersalah terus menggerogoti dia dan dia mikir apakah taubat yang tulus bisa sampai ke Allah. Suatu hari, dia meninggalkan rumahnya nyari petunjuk dan ketemu seorang rahib yang saleh. Dia nanya apakah taubat bisa diterima. Rahib itu, kaget dan mungkin salah paham tentang kasih sayang Allah, bilang dengan jelas, “Enggak, ga ada harapan buat kamu.” Dalam keadaan putus asa dan marah, dia juga ngebunuh rahib itu, dan sekarang jumlah bunuhannya jadi 100. Masih dipenuhi kerinduan untuk kembali kepada Allah, dia terus bepergian sampai dia menemukan seorang ulama yang bijaksana dan penuh kasih. Dia lagi-lagi nanya apakah dia bisa bertaubat. Ulama itu jawab dengan baik, “Ya. Pergilah ke desa yang ada di sana di mana orang-orang menyembah Allah. Tinggallah di antara mereka, sholatlah bersama mereka, dan jangan kembali ke tanahmu yang lama, karena itu adalah tempat yang jahat bagimu.” Jadi, dia berangkat ke desa itu. Di jalan, saat nyawanya hampir pergi, dia berusaha keras dan mengarahkan tubuhnya ke desa yang ingin dia capai. Pada saat itu, ada perdebatan antara malaikat rahmat dan malaikat azab tentang siapa yang benar. Allah, dalam hikmahnya, membuat desa rahmat itu lebih dekat dan desa satunya lebih jauh, lalu mengukur jaraknya. Dia lebih dekat sejengkal ke tempat taubat, dan malaikat rahmat mengambil jiwanya. Kejadian ini menunjukkan betapa luasnya pengampunan Allah dan bahwa taubat yang tulus, dipadukan dengan niat yang benar untuk berubah, bisa menghapus bahkan dosa yang terbesar sekalipun. Ini ngajar kita untuk jangan pernah putus asa akan rahmat Allah dan selalu kembali kepada-Nya dengan kerendahan hati dan harapan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaubat dengan tulus. Ingatlah kata-Nya: “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah. Sungguh, Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya, Dia-lah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’” [39:53]