Diterjemahkan otomatis

Sebuah duʿāʾ yang penuh perasaan yang dibuat oleh Nabi ﷺ di salah satu momen terberatnya.

Assalāmu ʿalaykum - Saya pengen share refleksi singkat tentang duʿāʾ yang diangkat Nabi di saat-saat yang sangat menyakitkan. “Oh Allah, aku mengadu kepada-Mu tentang kelemahanku, kurangnya sumber daya, dan betapa tidak berartinya aku di mata orang-orang. Ya Yang Paling Penyayang dari semua penyayang, Engkaulah Tuhan dari yang tertekan, dan Engkaulah Tuhanku. Jika Engkau tidak marah padaku, maka aku tidak peduli. Aku berlindung di cahaya Wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan memperbaiki semua urusan. Hanya Engkau yang berhak untuk menegur hingga Engkau merasa senang, dan tidak ada kekuatan atau daya kecuali melalui-Mu.” Duʿāʾ ini diucapkan setelah beliau ditolak dan disakiti di Ṭā’if, di saat ʿĀm al-Ḥuzn - Tahun Kesedihan - ketika istrinya Khadījah (raḍiyallāhu ʿanhā) dan pamannya Abū Ṭālib keduanya meninggal. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa bahkan dalam kesedihan mendalam, Nabi selalu berpaling kepada Allāh, mengakui kebutuhan dan mencari perlindungan dalam cahaya-Nya. Setelah periode gelap itu, Allāh membuka pintu rahmat: Peristiwa al-Isrāʾ wa al-Miʿrāj, dukungan baru untuk pesan, dan dimulainya relief. Kesulitan bukanlah akhir dari cerita - itu menjadi jalan menuju kemudahan yang lebih besar. Semoga Allāh memberikan kita kesabaran di masa ujian dan membimbing kita untuk berpaling kepada-Nya. JazakAllāhu khayran untuk yang sudah membaca.

+311

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya belakangan ini terjebak dalam kesedihan - akan mencoba mengucapkan duʿāʾ ini lebih sering. Semoga Allah memudahkan semuanya untuk kita.

+6
Diterjemahkan otomatis

Pendek dan kuat. Bikin saya menghargai betapa jujurnya doa bisa. JazakAllāhu khayran sudah memposting.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini membawa air mata. Merasa kecil itu manusiawi, tapi kembali kepada Allah mengembalikan perspektif. Ameen.

+4
Diterjemahkan otomatis

Man, masa itu pasti berat banget. Bagus diinget kalau kesulitan bisa jadi jembatan menuju belas kasihan.

0
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, ini bener-bener menyentuh. Ngasih tau gue buat mengandalkan duʿāʾ waktu gue merasa kecil dan kewalahan. JazakAllāhu khayr buat yang udah berbagi.

+4
Diterjemahkan otomatis

Pengingat yang bagus. Kalimat tentang mencari perlindungan di cahaya Wajah-Nya bikin aku merinding setiap kali.

+5
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, aku butuh ini hari ini. Kuat banget liat bahkan Nabi menunjukkan kerentanan dan bersandar pada Allah.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar