Kekhawatiran tentang pengajaran Islam kontemporer
As-salamu alaykum. Saya udah mikir tentang gimana pendidikan Islam modern kadang-kadang bikin orang jadi malas berpikir kritis, dan saya ngerasa itu justru bisa bikin iman orang jadi lebih lemah, bukan lebih kuat. Bahkan institusi yang seharusnya fokus pada pembelajaran Islam pun bisa kurang memadai. Di SMA saya, kami dikasih argumen yang sangat dangkal tentang keberadaan Allah yang gampang banget dibantah, dan juga cerita-cerita yang disederhanakan atau gak akurat tentang apa yang terjadi setelah Nabi (SAW). Para guru sering mempresentasikan mujizat dalam Quran tanpa penjelasan yang solid, dan kadang-kadang penjelasannya gak masuk akal atau gampang dibantah. Setiap kali ada siswa yang nanya pertanyaan sulit, responsnya sering kali bahwa itu di luar nalar manusia. Kami juga diajar membaca beberapa hadis dengan cara yang mendorong pemahaman literal atau salah konteks. Anak-anak sering diajarkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, bahwa mempertanyakan agama itu tabu dan bahwa mereka harus menerima apa yang dikatakan. Sebagian dari ini berasal dari orang tua yang sendiri juga gak bisa jawab banyak pertanyaan karena cara mereka dibesarkan. Rantai pengajaran yang gak pernah ditelaah ini bisa bikin iman seseorang bergantung pada ketidakpastian atau emosi ketimbang pemahaman. Dulu, ini gak terlalu jadi masalah saat orang-orang gak punya akses ke sumber informasi alternatif. Sekarang dengan internet dan media lainnya, anak muda bisa dengan mudah menemukan jawaban dari mantan Muslim atau kritikus, dan itu berkontribusi pada semakin banyaknya remaja yang meninggalkan Islam atau agama secara umum di beberapa tempat. Yang saya khawatirkan adalah seberapa mendasarnya banyak pemikiran Islam arus utama yang sekarang. Saya bisa menunjuk banyak argumen lemah dan kesalahan logika yang dipakai oleh pembela Islam dalam debat. Saya berharap komunitas kita bisa mendorong diskusi terbuka dan mengajarkan siswa bagaimana cara berpikir logis, sehingga pendidikan mencakup fondasi logis dan cara yang lebih sehat untuk menghadapi keraguan dan pertanyaan.