Diterjemahkan otomatis

Nasihat Seorang Saudara: Pikir Ulang tentang Platform Nikah

Assalamu alaikum, semuanya. Aku mau berbagi pikiran dan sebagian rasa frustrasi yang aku alami dengan aplikasi pencarian jodoh itu. Pertama-tama, aku nggak meragukan niat baik pembuatnya-mungkin mereka menghadapi perjuangan yang sama seperti kita dalam mencari pasangan hidup. Tapi sebagai saudara Muslim, dari pengalamanku, aplikasi-aplikasi ini cuma bikin buntu aja. Mereka buang-buang waktu, bikin harga diri kamu ciut, bahkan bisa bikin kamu jadi kesel. Allah yang Maha Tahu. Aku ingat waktu pertama kali dengar soal itu. Aku cukup naif untuk berpikir mereka mungkin bisa berhasil. Aku coba-coba, dan sekarang aku nyesal udah coba. Aku dengan bodohnya membayangkan itu bisa jadi solusi instan-kayak nemuin istri yang shalihah dalam beberapa hari. Tapi aku cepat sadar, peluangnya lebih tipis dari menang lotre. Ada sih yang mungkin beruntung, tapi itu nggak ngubah betapa nggak bergunanya platform ini. Aku gabung salah satunya sekitar tiga tahun lalu setelah dengar beberapa komentar positif, bahkan dari ulama. Aku pikir, kenapa nggak? Tapi begitu mulai, aku lihat betapa salahnya aku. Aku cuma nyari saudari yang agamis, berpendidikan, di dekat sini, sedikit lebih muda-penampilan nggak terlalu penting. Tapi, likes yang aku kirim selalu diabaikan atau ditolak. Sebagai Muslim Afrika, aku hubungi saudari dari berbagai latar: Arab, Asia Selatan, Asia Timur, Afrika, Eropa, Amerika-semua ada. Usia, tingkat pendidikan, bentuk tubuh yang beda-beda. Hampir semua orang. Mungkin ada yang mikir, 'Apa ini saudara nggak menarik?' Nggak ada rasa malu dalam ciptaan Allah, tapi alhamdulillah, aku keliatannya biasa aja kok. Aku memang dapat beberapa like balik, tapi setiap aku kirim pesan, diam aja. Mulai kerasa kayak sebagian saudari cuma lagi coba-coba daya tarik mereka. Sebentar aku nyalahin diri sendiri, terus aku mikir jangan-jangan aplikasinya yang salah, jadi aku coba yang lain. Hasilnya sama aja. Aku juga perhatiin banyak saudari punya ekspektasi yang tinggi banget-pengen pebisnis, dokter, atau orang kaya-standar yang mungkin nggak bisa dipenuhi kebanyakan saudara. Ada yang udah di aplikasi ini lima tahun atau lebih, padahal mereka biasa aja atau cantik. Nikah sekarang memang susah, mungkin dari dulu juga-Allah yang lebih tahu. Terutama buat Muslim yang lagi berusaha jauhi haram. Tapi sabar itu kunci. Nabi bersabda: 'Neraka dikelilingi syahwat, dan surga dikelilingi kesulitan.' Nasihatku? Jauhin aja aplikasi-aplikasi ini. Bahkan kalo kamu tetap jomblo, kamu bisa jaga harga diri dan kepercayaan dirimu. Pakai itu, kemungkinan kamu nggak bakal nemuin istri, cuma kehilangan kepercayaan diri. Semoga Allah mudahkan kita semua.

+163

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener ngena, bro. Gue udah beberapa bulan di sana dan itu benar-benar menguras energi. Lu nggak sendirian yang ngerasain gini.

+3
Diterjemahkan otomatis

Astaga, kalimat tentang saudara perempuan menguji daya tarik mereka itu akurat sekali sampai sakit. Sudah sering melihatnya. Semoga Allah menganugerahkan kita semua kesabaran.

+7
Diterjemahkan otomatis

Terima kasih untuk postingan jujur ini. Perjuangan ini memang nyata bagi kita yang berusaha tetap halal. Semoga Allah membuatnya mudah untuk kita.

+4
Diterjemahkan otomatis

Fakta. Tahun lalu hapus semua aplikasi itu. Keputusan terbaik untuk iman dan ketenangan mentalku.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar