6 Alasan Imanmu Merasa Rendah - Dan Cara Praktis untuk Meningkatkannya, bismillah
1. Kamu jarang mengingat Allah: Hati kita butuh dhikr seperti tanaman butuh air. Ketika kita lupa pada Allah, hati jadi keras dan jauh. Cobalah jadikan dhikr pagi dan sore sebagai kebiasaan - itu melindungi dari syaitan dan ujian mendadak, dan waktu pelaksanaannya membantu kamu tetap konsisten. Meskipun kecil, ingatan yang rutin membantu mengembalikan kelembutan hati. 2. Dosa yang tidak ditangani: Jika kamu nggak sering kembali ke Allah, dosa-dosa itu menumpuk dan meninggalkan noda di hati. Jadikan istighfar bagian dari rutinitasmu - kamu bisa targetkan untuk melakukan set pendek setelah setiap shalat (pakai penghitung jari kalau itu membantu) jadi nggak memakan banyak waktu. Nabi (ﷺ) mengajarkan bahwa pencarian ampunan yang terus-menerus membawa kemudahan, mengurangi kesedihan, dan rezeki yang tak terduga. 3. Teman yang buruk: Meskipun kamu nggak ikut melakukan kesalahan, menghabiskan waktu dengan orang-orang yang salah memengaruhi kamu. Nabi (ﷺ) membandingkan teman baik dan buruk dengan penjual parfum dan tukang besi: satu memberimu bau harum, yang lainnya bau busuk. Hindari lingkaran yang berbahaya, lebih seringlah mengunjungi masjid, dan bangun persahabatan dengan orang-orang yang mengingatkanmu pada Allah. Mereka yang hatinya terikat dengan masjid dijanjikan naungan khusus di Hari Kiamat. 4. Keraguan yang terus-menerus: Ada perbedaan antara bisikan sesaat dan berlarut-larut dalam keraguan sampai mereka berakar. Syaitan menggunakan keraguan untuk menyesatkan - jangan anggap setiap bisikan milikmu. Tolak mereka, cari ilmu yang tulus yang bisa menghilangkan kebingungan, dan hindari media atau konten yang memberi makan ketidakpastian dalam imanmu. Jangan menempatkan dirimu dalam situasi fitnah dengan berpikir kamu bisa mengatasinya. 5. Kebanyakan makan dan tidur: Bahkan kesenangan yang halal bisa melemahkan tekad ketika sudah berlebihan. Nabi (ﷺ) mengingatkan kita agar tidak mengisi perut kita terlalu penuh; moderasi membantu menjaga ibadah dan energi kita sehat. Cobalah makan dan tidur dalam keseimbangan agar kamu punya kekuatan untuk shalat, dhikr, dan amal baik. 6. Terus memegang rasa iri: Ketika cemburu muncul, ucapkan “Allahumma barik” (semoga Allah memberkati mereka) dan benar-benar artikan, serta ingatlah kepada mereka yang kurang darimu. Rasa syukur memperluas berkah; kecemburuan menutup pintu. Gunakan berkahmu untuk membantu orang lain dan memenuhi tanggung jawabmu, dan bersyukurlah dalam hati dan tindakan. Seperti yang diajarkan Al-Qur’an, rasa syukur membawa peningkatan. Semoga Allah melembutkan hati kita, menerima taubat kita, dan membantu kita meningkatkan iman. Sedikit usaha yang konsisten akan membawa hasil - mulai dengan satu kebiasaan hari ini, dan minta Allah memudahkan.