CJH Banyuwangi Mulai Kumpulkan Bagasi Jamaah Haji untuk Persiapan Keberangkatan
Calon jemaah haji CJH Banyuwangi mulai mengumpulkan bagasi mereka sebagai persiapan menjelang keberangkatan ke tanah suci. Bagasi diberi tanda tak biasa seperti boneka, sendal, dan kain serbet agar mudah dikenali.
Setiap bagasi sudah diberi tanda berupa barcode yang melekat pada setiap bagasi. Selain pada bagasi, barcode juga dipakai sebagai kalung lanyard dan melekat pada tas selempang.
Jemaah sengaja menambahkan barang pribadi pada bagasi mereka supaya mudah dikenali. Contoh barang yang ditambahkan adalah boneka, sendal, dan barang pribadi lainnya. Proses pengumpulan bagasi dilakukan selama dua hari (Sabtu - Minggu, 199 dan 15 Maret).
Kloter 83, 84, dan 85 dikumpulkan di Kantor Kemenhag Banyuwangi. Sementara kloter 82 dikumpulkan di KBIHU Mabrur Multaz am Kecamatan Gambiran. Pada 15 Maret, bagasi diangkut truk lalu dikirim ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Bagasi dibatasi maksimal 32 kilogram. Jamaah dilarang membawa cairan, aerosol, dan gel lebih dari 100 mililiter di dalam tas kabin. Beberapa benda elektronik dilarang dibawa. Rokok pun dibatasi. Data pribadi dilarang ditaruh bagasi.
Petugas mengimbau bagasi yang dikumpulkan dalam kondisi terkunci dan disarankan menggunakan gembok standar TSA. Benda elektronik yang dilarang dibawa adalah handphone dan power bank. Rokok dibatasi 200 batang, jika lebih akan disita.
Saat ini tercatat CJH Banyuwangi memiliki 1,312 orang terbagi dalam kloter 71, 82, 83, 84, dan 85. Untuk lokasi pemberangkatan akan dilakukan bertahap sesuai kloter masing-masing pada Selasa (12 Maret).
https://kabarbaik.co/cjh-banyu