Pagawe bantuan Palestina ngingetkeun ngeunaan kaayaan Gaza anu ‘katastropik’ nalika bantuan masih kejepit.
As-salamu alaykum - Para pekerja bantuan Palestina udah ngingetin kalau kondisi di Gaza masih “bencana” karena banyak bantuan kemanusiaan yang udah disepakati di bawah gencatan senjata belum boleh masuk.
Dua minggu setelah gencatan senjata dimulai, cuma sedikit truk bantuan yang seharusnya masuk ke Gaza yang beneran nyampe. Kelompok bantuan bilang keluarga Palestina kesulitan cari cukup makanan dan kebutuhan dasar. Puluhan organisasi yang bekerja di Gaza udah mendesak otoritas buat biarin bantuan kemanusiaan masuk dengan bebas ke daerah itu, bilang banyak kiriman barang-barang penyelamat nyawa yang diputar balik sembarangan dan proses pendaftaran NGO yang baru bikin pengiriman jadi terhambat.
“Kami berharap Gaza bakal banjir bantuan begitu gencatan senjata dimulai, tapi itu nggak yang kami lihat,” kata Bushra Khalidi, yang kerja di kebijakan Palestina di Oxfam.
Selama 10 hari pertama gencatan senjata, kurang dari 1.000 truk bantuan yang masuk ke Gaza padahal harusnya sih sekitar 6.600 sesuai kesepakatan. Antara 10 dan 21 Oktober, ada 99 permintaan dari NGO internasional dan enam dari lembaga PBB buat kirim pasokan yang ditolak. Itu nyetop tenda, terpal, selimut, makanan, obat-obatan, dan pakaian anak-anak sampai gak bisa nyampe ke orang-orang yang sangat butuh.
Dari Deir Al-Balah, Bahaa Zaqout dari organisasi non-profit Palestina PARC bilang makanan komersial yang masuk ke pasar harganya terlalu mahal dan nggak memenuhi kebutuhan gizi minimal buat anak-anak, wanita, dan kelompok rentan lainnya. Dia nambahin lebih dari 90 persen rumah di Gaza udah hancur atau rusak, jadi kebanyakan keluarga ada di tempat penampungan sementara yang kondisinya jelek, dan dengan musim dingin yang datang, pengiriman tenda dan terpal lagi diblokir.
“Kondisi di Jalur Gaza tetap bencana,” katanya. “Bahkan dua minggu setelah gencatan senjata dimulai, barang-barang penting masih dilarang masuk ke Gaza.”
Jamil Sawalmeh, direktur negara untuk ActionAid Palestine, bilang pengepungan dan hambatan bantuan masih berlanjut meskipun ada gencatan senjata dan ini udah merenggut nyawa. Dia mendesak komunitas internasional buat mendorong semua bantuan kemanusiaan dan mesin berat buat bersihin puing-puing supaya bantuan bisa nyampe ke daerah yang terblokir.
“Gimana bisa, bahkan dengan kesepakatan gencatan senjata, bawa sikat gigi atau panci masak atau buku mewarnai masih jadi perjuangan berat buat kelompok-kelompok yang udah kerja di sini selama puluhan tahun?” tanyanya.
Empat puluh satu organisasi udah meminta otoritas buat menghormati komitmen di bawah gencatan senjata dan hukum internasional dengan ngijinin bantuan masuk ke Gaza. Mereka memperingatkan bahwa pembatasan ini ngerampas orang Palestina dari bantuan penyelamat nyawa dan menghambat upaya bantuan yang terkoordinasi.
Organisasi Kesehatan Dunia juga bilang belom banyak perbaikan dalam volume bantuan yang masuk sejak gencatan senjata. Gencatan senjata itu bertujuan buat menghentikan konflik yang udah menyebabkan kehilangan nyawa dan penderitaan yang besar; kelompok bantuan dan penduduk udah minta akses kemanusiaan penuh supaya masyarakat sipil bisa dapet makanan, air, tempat tinggal, dan perawatan medis.
Semoga Allah memberikan pertolongan kepada rakyat Gaza dan membimbing mereka yang mampu membantu untuk bertindak cepat.
https://www.arabnews.com/node/