Pemprov NTB Sediakan Panduan Mediasi Sosial untuk Cegah Konflik Perkahwinan Beda Agama
Pemerintah Provinsi NTB mendorong penyusunan panduan mediasi sosial untuk menyelesaikan sengketa akibat perkahwinan beda agama dan mencegah konflik sosial. Komitmen ini disampaikan Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Surya Bahari, dalam FGD yang digelar FKUB NTB di Mataram, Jumaat (7/8).
Surya menekankan persoalan ini rumit sebab melibatkan norma agama, undang-undang, adat, dan kehidupan sosial, jadi mesti diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Selama ni, sengketa serupa di NTB biasanya dapat diselesaikan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak berkuasa tanpa laluan litigasi.
Ketua FKUB NTB, TGH. Subki Sasaki, sebut setiap tahun ada sekitar empat hingga lima laporan kes perkahwinan beda agama, meski jumlah sebenar dipercayai lebih banyak. FKUB memfasilitasi dialog dan mediasi supaya persoalan tak berkembang jadi konflik sosial.
Kepala Dinas Kominfo NTB, Ahsanul Halik, usul pembentukan Forum Mediasi Sosial yang fokus pada penyelesaian konflik secara damai tanpa bincang keabsahan perkahwinan. Dia tegaskan pemerintah mesti hadir sebagai fasilitator untuk jaga keselamatan dan kerukunan antara umat beragama.
https://kabarbaik.co/pemprov-n