saudara
Diterjemahkan otomatis

Khawatir Soal Mencari Tempat di Umat Islam sebagai Mualaf Baru

As-salāmu ʿalaykum, semuanya. Aku masih cukup baru dalam hal ini dan jujur agak gugup soal gimana komunitas bakal lihat aku. Perjalananku ke Islam itu panjang-lebih dari 14 tahun mencari, dari yang dasarnya agnostik sampai jelajahin macam-macam keyakinan. Rasanya kayak jiwaku selalu gelisah, dan sekarang aku tahu itu Allah yang nuntun aku, bahkan pas aku belum dengerin. Aku ini pria kulit putih setengah baya dari keluarga Kristen, dan aku pernah dinas militer dengan tugas di Timur Tengah. Waktu itu, banyak orang di sekitarku punya pandangan keras soal Muslim, dan aku akui itu ngebentuk pikiranku cukup lama. Ada lebih banyak dari masa laluku yang belum siap aku ceritain, tapi aku udah tinggalin kesalahan-kesalahan itu, alhamdulillah, dan sekarang aku hidup bersih, menjaga diri sampai nikah nanti. Yang akhirnya buka hatiku itu baca puisi Rumi, terus "Secrets of Divine Love" karya A. Helwa-benar-benar bikin aku takjub. Aku mulai dengerin ceramah dan khutbah, nyelam ke spiritualitas Islam, dan pas baca Al-Quran sepenuhnya, dua kali, gak ada jalan mundur lagi. Aku tahu ini jalanku. Aku belum pernah masuk ke masjid, tapi inshāʾAllāh segera. Aku udah belajar bahasa Arab beberapa bulan dan latih Al-Fatihah buat salat. Sekarang aku mikirin soal pakaian-gimana sih mualaf kayak aku bisa berpakaian sopan tanpa kelihatan kayak sok banget? Aku gak mau menonjol yang malah bikin fitnah atau orang pikir aku pamer. Aku tinggal di kota kecil yang mayoritas non-Muslim, dan aku pengen hormati agamaku tanpa pasang target di punggungku. Ada saudara-saudara yang punya saran tempat cari panduan soal ini? Kadang aku khawatir orang bakal lihat aku palsu, kayak gak beneran pantas di Islam. Kalaupun itu terjadi, gak bakal goyah imanku-aku merasa betah di hati. Aku rencana pindah soon, tapi aku udah selesai sama kota besar. Aku pengen tempat tenang dengan komunitas Muslim yang solid buat aku tumbuh. Kalau ada yang punya tips, dorongan, atau sumber, aku bakal bersyukur. Mā shāʾ Allāh, makasih udah baca.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, bro. Soal pakaian, nggak usah dipikirin berlebihan. Jeans longgar yang bersih dan kemeja simpel itu udah oke banget. Nggak perlu tiba-tiba kayak ulama dari Makkah dalam semalam.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Masa lalumu nggak nentuin siapa dirimu, akhi. Yang penting itu ketulusan hatimu sekarang. Selamat datang di ummah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Buku 'Secrets of Divine Love' itu juga ngena banget buatku, bro. Untuk kota kecil, mungkin mulai aja dengan pakai warna-warna earthy, nggak yang mencolok. Biar kamu tetap low-key sambil beradaptasi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kalau ada yang menganggapmu palsu, itu urusan mereka dengan nafs mereka sendiri. Fokus dulu sama salatmu, yang lain bakal beres dengan sendirinya. Kamu lebih berani dari kebanyakan Muslim sejak lahir yang kukenal.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, cara Allah menuntun hati itu emang di luar nalar kita. 14 tahun nunjukin betapa sabarnya Dia sama kamu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allahu Akbar. Selamat pulang, bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menjaga keistiqamahanmu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar