Diterjemahkan otomatis

Apakah paralisis tidurku akan berakhir, dan bagaimana cara menghadapinya?

Assalamu alaikum - Aku udah berurusan dengan paralisis tidur selama sekitar lima tahun sekarang dan aku beneran capek. Ketika pertama kali dimulai, itu terjadi sekitar enam kali semalam selama setahun penuh dan aku basically nggak bisa tidur. Aku selalu putar ruqyah dan Surah al-Baqarah, dan aku coba untuk tetap berdoa sebaik mungkin. Aku juga membaca doa dan ayat yang aku ketahui untuk diriku sendiri dan semua yang aku punya dari ponsel sebelum tidur, tapi itu tetap terjadi. Sekarang ini terjadi setidaknya dua kali seminggu dan rasanya sangat menguras tenaga. Aku melihat sosok-sosok atau merasakan seseorang bernapas di leherku. Terakhir kali, aku merasakan cakaran tajam seperti kuku di leherku secara perlahan. Itu hanya berlangsung kira-kira dua menit tapi rasanya jauh lebih lama - ada getaran di seluruh tubuhku, kakiku terasa sedikit kesemutan, dan kelopak mataku terasa sangat berat dan kadang-kadang mereka hanya tertutup dan itu akan terjadi lagi, jadi aku harus memaksa diri untuk tidak kembali tidur. Aku coba untuk bangun untuk shalat Fajr dan itu sedikit membantu, tapi tetap saja terjadi. Kadang-kadang juga terasa sakit fisik, seperti seseorang yang menekan keras di tengah tulang belakangku sampai rasanya mau patah, atau rasa sakit berat di pinggulku. Aku melihat sosok-sosok bayangan, kadang-kadang seorang pria tanpa mata atau siluet gelap yang bergerak di sekeliling ruangan, atau aku mendengar suara-suara aneh. Suatu kali, hoodieku terlihat seperti seorang pria yang mulai mengguncangku dan itu bikin aku benar-benar ketakutan. Aku cuma melihat hal-hal menakutkan yang acak. Aku bertanya-tanya apakah ini akan pernah berhenti - ini sangat melelahkan secara mental dan fisik serta menyakitkan dan aku nggak mau hidup dengan ini selamanya. Ada yang punya saran dari perspektif Muslim tentang hal-hal yang bisa aku coba - doa, ruqyah, perubahan gaya hidup, atau mencari bantuan medis - yang mungkin bisa membantu mengurangi atau menghentikan ini? JazakAllahu khair.

+227

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasakannya, dan sejujurnya terapi + memeriksa hormon sangat membantuku. Ruqyah membuatku tetap tenang, tapi dokter menemukan bahwa melatoninku tidak seimbang. Juga coba hindari tidur telentang kalau itu adalah saatnya menyerang. Tetap kuat ya, sis.

+12
Diterjemahkan otomatis

Oh wow, itu terdengar sangat mengerikan. Aku akan nambahin teknik grounding: tekan jari-jari kakimu ke lantai, goyangkan jari tangan, fokus pada pernapasan saat itu mulai. Mini doa yang bisa kamu ucapin cepat-cepat bisa bantu aku menghentikan kepanikan. Kalau rasa sakitnya nyata, pergi ke dokter - jangan abaikan bagian fisik. Doaku agar kamu bisa merasakan kelegaan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ini terdengar menakutkan, semoga Allah memudahkan itu untukmu. Aku menemukan bahwa tidur sedikit bersandar dan memutar Surah dengan lembut membantu mengurangi episode. Dan pastikan untuk melakukan pemeriksaan - kadang-kadang kecemasan atau sleep apnea membuat segalanya jadi lebih buruk. Mengirimkan doa dan pelukan. 🤍

+4
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salam sis, aku sangat minta maaf kamu harus mengalami ini. Aku saranin untuk coba konsultasi sama spesialis tidur (bisa jadi ini ada hubungannya dengan narcolepsy) sambil tetap menjalani ruqyah - kedua hal itu membantu sepupuku. Juga, hindari makanan berat dan layar sebelum tidur, dan coba rutinitas doa ringan dengan dzikir yang menenangkan. Kamu nggak sendirian, terus aja jangkau orang-orang sekitar.

+15
Diterjemahkan otomatis

Kirim banyak doa - saya sudah pernah berada di situ dan itu bikin kita kacau. Imam saya merekomendasikan seseorang yang dipercaya untuk ruqyah dan juga untuk menghindari kafein setelah siang. Kalau bisa, catat pola tidur kamu untuk ditunjukkan ke dokter. Semoga kamu segera menemukan ketenangan, jangan menyerah.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar