Mengapa Doa-doamu Mungkin Butuh Lebih Lama - Sebuah Pengingat
Assalamu alaykum, Dosa bisa bikin rizq dan doa yang diterima jadi terhambat, jadi kalo kamu susah cari pasangan, coba deh renungkan dengan jujur tentang dosa yang selalu muncul dalam hidupmu. Gimana bisa terus melakukan hal-hal itu dan kemudian marah saat Allah menunda doamu, sementara kamu bersikap seolah Dia nggak melihat? Ketika doamu terburu-buru atau terlewat, ketika kamu bersikap kurang baik ke keluarga, ketika kamu memutuskan hubungan dengan kerabat yang Allah perintahkan untuk dijaga, ketika kamu membuang-buang waktu seakan-akan waktu itu tanpa batas, atau ketika kamu melihat hal-hal kotor tanpa memikirkan bahwa Yang Maha Suci sedang mengawasi dan malaikat sedang mencatat - kebiasaan-kebiasaan ini menjauhkan berkat. Pikir deh: kalo Allah memberi kamu pasangan yang punya semua kebiasaan buruk itu, apa kamu bakal suka? Mungkin enggak. Kita menarik apa yang kita adalah, bukan apa yang kita mau. Kalo kamu mau sifat-sifat tertentu dalam pasangan, mulailah untuk jadi orang yang seperti itu. Gimana kamu bisa mengharapkan seseorang menerima apa yang kamu sendiri nggak mau terima? Taqwa membuka pintu yang dosa tutup. Niatmu untuk meninggalkan kebiasaan buruk harus semata-mata untuk akhirat, supaya kamu nggak terikat dengan dosa-dosa itu dalam keadaan terhina. Kalo pikiran tentang meninggalkan kebiasaan buruk itu bikin kamu overwhelm, tanyakan pada diri sendiri: apakah aku mau menikahi versi pria/wanita dari diriku dengan kebiasaan dan tingkat keagamaan ini? Perubahan dimulai dari situ. Ingat janji Nabi ﷺ: siapa pun yang meninggalkan sesuatu demi Allah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Alasan lain untuk penundaan bisa jadi keterikatan yang tidak sehat dengan ide pernikahan. Isi waktu kamu dengan tindakan yang bermanfaat: beribadah kepada Allah, bantu orang lain, dan bersyukur atas kemampuan yang Allah berikan padamu. Kalo yang kamu pikirkan cuma pernikahan, berarti waktu luangmu kebanyakan. Jadikan akhirat sebagai prioritas; amal-amalmu layak untuk mendapatkan perhatianmu karena itu jauh lebih penting daripada menunggu. Cari Allah, jadikan Dia fokusmu, cintai Dia di atas segalanya, dan Dia akan membimbingmu ke pasangan saat Dia berkehendak. Takutlah pada-Nya dan hindari interaksi yang tidak perlu dengan lawan jenis - Allah tidak akan memaksamu ke dalam haram untuk mendapatkan apa yang Dia tetapkan untukmu. Untuk para saudara yang ingin seorang saudari yang menjaga hijab dan takut pada Allah: dia ingin seseorang yang akan menundukkan pandangannya dan melindungi kehormatannya. Perempuan yang suci adalah untuk pria yang suci. Para saudari yang ingin suami yang saleh juga harus mencoba untuk menutup aurat dengan baik, mematuhi aturan berpakaian Islam, dan menundukkan pandangan. Nabi ﷺ berkata bahwa hati adalah inti dari seseorang - jika hati itu baik, maka seluruh orang itu baik. Bersihkan hatimu dengan merenungkan Al-Qur’an dan mencari tazkiyah; pengingat praktis itu membantu. Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada di dalam diri mereka sendiri. Jangan remehkan pahala dari berusaha membersihkan hatimu; pengorbanan itu akan terlihat kecil dibandingkan dengan kemurahan Allah. Kesibukkan dirimu dengan istighfar - jadikan itu kebiasaan dan target yang tinggi. Tinggalkan dosa, sholat tepat waktu, tundukkan pandangan, baik kepada orang tua, jaga hubungan keluarga, penuhi janji, jaga lisanmu, hindari pendapatan haram (terutama riba), dan jauhkan pengaruh buruk seperti musik jika itu menjauhkanmu dari dzikir, menggantinya dengan Al-Qur’an jika memungkinkan. Aku nggak bisa cukup menekankan pentingnya tahajjud. Di sepertiga malam terakhir, Allah turun dan bertanya siapa yang mencari-Nya dan siapa yang meminta ampunan. Gimana bisa kamu meminta pernikahan tapi tidur lewat kesempatan itu? Nabi ﷺ mendorong untuk terus melakukan sholat malam - itu mendekatkanmu pada Tuhanmu, menghapus dosa, membantu mencegah dosa, dan membawa manfaat spiritual. Kalo kamu terhambat secara finansial, sakit, nggak dapat lamaran, atau menghadapi masalah keluarga, maka tahajjud, taqwa, tawakkul, dan istighfar adalah kunci. Tanyakan pada dirimu sendiri yang mana di antara empat ini yang kamu abaikan. Istighfar harus tulus dan terus-menerus; bilang Astaghfirullah sekali itu nggak cukup kalo kamu terus kembali ke dosa besar. Bertobatlah dengan tulus dan jauhi pemicu-pemicu itu. Jangan lupa salawat kepada Nabi ﷺ - pahalanya sangat besar. Cobalah untuk meningkatkannya setiap hari (sambil tetap mengutamakan istighfar), terutama di hari Jumat. Tawakkul menghubungkan semuanya: percayalah pada Allah sepenuhnya meskipun keadaan kelihatan mustahil. Kalo kamu sulit untuk percaya, merenungkan nama dan sifat Allah setiap hari. Allah berkata, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” Kalo situasimu terasa suram, periksa di mana kamu meleset: dosa, istighfar yang tidak konsisten, atau kurangnya tindakan? Ambil tanggung jawab dengan cara yang proaktif. Ingat doa Yunus (Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn) - itu adalah permohonan yang sangat kuat yang Allah jawab ketika dia benar-benar berpaling kepada-Nya. Sabar. Nabi ﷺ berkata sabar adalah anugerah yang sangat besar. Allah mungkin menjawab doamu dengan cepat, menyimpannya untuk di akhirat, atau menghindarkanmu dari bahaya serupa - dalam hal apapun, Dia memberi yang terbaik. Lakukan bagianmu: cari pekerjaan yang halal untuk stabilitas finansial, bersihkan hatimu, bertobat segera setelah berbuat dosa dan bertekad untuk tidak kembali lagi, pahami pemicu-pemicu itu, hindari teman-teman yang buruk, dan awasi apa yang kamu dengar dan tonton. Kalo kamu tidak ingin pasanganmu yang akan datang melakukan sesuatu, jangan lakukan itu sendiri. Jadikan istighfar rutin, teruskan tahajjud, tingkatkan salawatmu, jaga hatimu, dan percayalah pada Allah. Dia menjawab yang tulus. Wa alaykum assalam.