Kenapa Kehidupan Setelah Mati Terasa Masuk Akal Buat Saya
Bismillah. Saya lagi mikir-kalau beneran nggak ada apa-apa setelah mati, ya harusnya dunia ini sempurna dong, kan? Nggak ada perang, nggak ada penderitaan, nggak ada konflik berantakan. Tapi lihat aja sekeliling-hidup ini penuh ketidakadilan. Orang kaya bisa lolos dari masalah, dan orang yang punya tampang tertentu lebih gampang hidupnya. Jujur aja, nggak adil banget. Jadi gimana mungkin semuanya cuma berakhir jadi debu, tanpa pertanggungjawaban? Ambil contoh kasus Jeffrey Epstein. Orang-orang yang terlibat itu hidupnya mulus bertahun-tahun-pemerintah pada tutup mata atau kasih hukuman receh. Dan para korban? Kalau kematian itu titik akhir, apa gunanya penderitaan mereka? Kalau hidup ini damai dan indah-indah aja, oke lah mungkin kita bisa terima cuma hidup terus lenyap begitu. Tapi kenyataannya nggak, jadi siapa yang bakal ngadili orang-orang yang nggak bisa kita bawa ke pengadilan di sini? Itulah kenapa saya yakin kematian itu cuma langkah ketiga. Kita lahir (langkah satu), jalani hidup ini (langkah dua), dan kematian mindahin kita ke yang selanjutnya. Setelah itu ada Barzakh, terus Hari Kiamat, dan tahapan-tahapan lainnya. Sejujurnya, ini satu-satunya yang terasa logis buat saya. Dan ini satu lagi-tanpa nambah-nambahin apa pun di luar yang Allah sampaikan. Di Surah Al-Baqarah, pas Allah bilang ke para malaikat kalau Dia mau naro Khalifah di Bumi, itu nunjukin kita ini bukan asal-asalan. Allah menciptakan alam semesta yang besar dan menakjubkan ini dengan banyak warna dan bentuk supaya kita nggak bosan-bayangin kalau semuanya cuma satu rasa atau satu lagu, kamu pasti cepet muak, bahkan yang kamu suka sekalipun. Dia ngebuat kita jadi wakil-Nya, kayak manajer yang ngatur semuanya buat Dia sebagai Raja sejati, tapi kita mesti patuh sama aturan-Nya. Lihat gimana cara kerjanya: Allah ngirim malaikat buat nyatet amal kita, melindungi kita, dan minta ampunan atas nama kita. Kayak gimana pemimpin punya tim di sekelilingnya-bantuin, ngawasin, memastikan mereka tetep di jalur. Ini tuh sistem pendukung lengkap buat ngebimbing kita dan ngejaga tujuan kita tetap jelas. Semua ini ngebuktiin waktu kita di sini nggak sia-sia; ini nyiapin kita buat apa yang ada setelahnya.