Kenapa kita sering pakai “Karena Allah perintahkan” sebagai jalan pintas dalam jawaban?
Gue mau mulai dengan bilang, gue sering banget mikirin soal iman dan pertanyaan-pertanyaan mendalam, tapi jujur gue nggak jago merangkai kata-kata, jadi maaf ya kalau tulisan ini agak belepotan. Belakangan gue merenung soal pemikiran bahwa kalau Allah udah merintah kita buat sesuatu, pasti hal itu baik dan benar. Dan kalau memang begitu, bukankah seharusnya kita bisa jelasin kenapa sesuatu itu benar tanpa harus loncat dulu buat buktiin keberadaan Allah? Jadi kalau ada yang jawab pertanyaan cuma dengan “Karena Allah bilang begitu,” rasanya kayak mereka nggak bener-bener ngeladenin pertanyaannya atau nyoba ngasih alasan yang masuk akal. Meskipun kita sendiri nggak bisa nemuin hikmahnya, tapi ada hadits sahih yang nunjukin itu perintah jelas, mungkin lebih enak bilang sesuatu kayak “Kita belum paham sepenuhnya alasannya.” Cuma ngasih tau orang “Karena Allah bilang begitu” bisa kedengeran kayak kita nyuruh mereka matiin otak dan nerima hal-hal secara buta tanpa mikirin dalilnya. Pikiran utama gue adalah, kalau Allah merintah kita sesuatu, pasti selalu ada hikmah dan pembenaran di baliknya. Kalau kita nggak bisa nemuin pembenaran itu, ya mungkin pemahaman kita yang keliru, atau kalau itu bener-bener dari ajaran yang autentik, artinya kita aja yang belum nangkep alasan lengkapnya. Gue nggak yakin apakah ngomong gini salah sebagai Muslim, tapi gue percaya kalau Islam itu agama yang benar, semua aturan dan ajarannya masuk akal dan bisa dijelasin tanpa harus ngasumsiin dulu bahwa Allah itu ada. Biar jelas: Waktu gue bilang “kalau kita nggak nemu pembenaran bisa jadi itu nggak benar,” gue bukan ngomong Allah itu salah-astaghfirullah. Maksud gue mungkin kita yang salah dalam memahami ajarannya, atau bisa jadi kita lagi berurusan sama hadits lemah atau palsu. Assalamu alaikum.