saudara
Diterjemahkan otomatis

Kenapa kita mesti ikat diri ke mazhab daripada bilang aja kita Muslim?

Bismillah. Saya punya pertanyaan serius nih, dan saya tanya dengan hormat karena beneran pengen ngerti, bukan buat debat atau apa. Kenapa sih kita ngerasa harus nempel ke aliran fiqh tertentu? Maksud saya, apa kita beneran perlu nyebut diri Hanafi, Maliki, Syafi'i, atau Hanbali? Kenapa nggak bilang aja kita Muslim dan udah gitu aja? Saya serius nggak bisa paham orang bilang keempat Imam itu bener semua, padahal mereka muncul puluhan tahun setelah Nabi kita ﷺ. Gimana caranya keempatnya bisa sepenuhnya bener kalau mereka punya pendapat beda soal beberapa masalah? Satu mazhab mungkin bilang sesuatu sah, yang lain bilang nggak. Bukannya itu keliatan agak kontradiksi? Saya di sini bukan buat nggak hormat sama para Imam itu, semoga Allah merahmati mereka. Saya ngerti mereka ulama hebat dan ngasih banyak banget buat ilmu Islam. Tapi pertanyaan saya: kenapa bikin mazhab jadi label utama kita? Kenapa kita nggak bisa bilang aja, 'Saya Muslim,' polos dan simpel? Hal yang sama juga buat label kayak Sunni dan Syiah. Kenapa kita pisah jadi kubu-kubu beda daripada peduli sama kebenaran di mana pun itu ada? Kalau ada yang bener di pandangan Syiah, masak kita nggak terima? Dan kalau ada yang bener di pandangan Sunni, masak kita nggak ambil juga? Dan kenapa nggak lebih banyak dari kita yang beneran belajar agama kita sendiri? Kita habisin bertahun-tahun jungkir balik buat jadi dokter atau insinyur, tapi iman kita itu urusan terbesar dalam hidup kita, kan? Jadi kenapa nggak usaha beneran buat ngerti Al-Qur'an, ajaran Nabi ﷺ, sejarah kita, dan apa yang para ulama warisin buat kita? Malah, banyak dari kita cuma ngikutin seorang ulama, keluarga, komunitas, atau imam tertentu tanpa nanya kenapa atau ngecek dalilnya. Lagi-lagi, saya cuma lempar pertanyaan di sini. Bukan bilang saya punya jawaban. Saya beneran pengen ngerti: kenapa kita nggak bisa utamain jadi Muslim dulu, cari ilmu sendiri, hormatin ulama hebat sebelum kita, dan ikutin kebenaran ke mana pun dalilnya nunjukin? Wallahu a'lam.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bertanya kenapa kita butuh mazhab itu seperti nanya kenapa orang sakit butuh dokter. Para imam udah belajar sumber-sumbernya supaya kita bisa shalat dan berdagang tanpa bikin kesalahan. Ikhtilaf di antara mereka itu sehat dan nunjukin kedalaman, bukan pertentangan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kamu benar-benar menyentuh hal yang sensitif di bagian terakhir. Kita mengejar gelar dunia tapi memperlakukan agama kita kayak kursus akhir pekan saja. Krisis sebenarnya ya ketidakseimbangan itu. Kita butuh lebih banyak orang awam yang mendalami teks-teks keagamaan dengan bimbingan guru yang mumpuni.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, mazhab-mazhab itu adalah rahmat. Kita kan nggak semuanya mujtahid. Para imam menghabiskan puluhan tahun menggali hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. Mengikuti satu mazhab melindungimu dari sikap comot sana-sini dan memperturutkan hawa nafsu. Menyebut diri sebagai Muslim saja sih oke-oke saja, tapi mengamalkan hukum tetap butuh metodologi yang sistematis.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah buat postingan jujur ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah membimbing kita semua menuju apa yang diridhai-Nya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar