Diterjemahkan otomatis

Kenapa sih beberapa dari kita lupa sama adab-adab dasar dalam Islam?

As-salamu alaykum. Aku pengen berbagi sesuatu yang bikin aku terasa sakit hati hari ini dan minta pendapat. Aku lagi di kafe sama keluarga. Ibuku dan bibi-bibiku datang duluan dan dia udah beli kue. Karena aku bareng sepupu-sepupu, aku nawarin masing-masing mereka sepotong, yang terasa seperti hal sopan yang harus dilakukan. Nanti mereka pesan pizza dan semua orang dapet beberapa potong - ibunya (bibiku) bahkan ambil ekstra dari yang lain. Aku biasanya gak ribet soal berbagi makanan, lebih enak biar orang makan aja, tapi ada satu potong yang tersisa dan aku pengen. Sementara kita semua squeezing di booth, aku sopan nanya sepupu satu kali, bahkan dua kali, apakah dia mau potongan terakhir dan dia mengabaikanku. Aku nanya sepupu lain yang bersandar di tanganku dua kali dan dia juga mengabaikanku. Rasanya canggung dan memalukan; mereka bisa aja bilang tidak dan semuanya baik-baik saja. Mereka semua ng抱omba tentang terlalu kenyang tapi potongan itu tetap ada di sana. Yang bersandar di aku kemudian menggigit potongan itu dan mereka mulai membungkusnya dengan tissue karena mereka gak bisa menghabiskannya, terus nawarin potongan yang sudah digigit itu ke adikku yang menolak, dan akhirnya ke aku. Aku terima tapi merasa terhina setelah diabaikan dan kemudian diberi potongan yang sudah digigit itu. Yang bikin aku bingung gini: saat aku tinggal di negara non-Muslim, orang-orang tampaknya lebih sopan dan memperhatikan hal-hal kecil kayak gini. Sejak pindah ke tempat mayoritas Muslim, aku lihat lebih banyak ketidaksopanan, kerakusan, dan kurangnya adab bahkan dari mereka yang sering berdoa dan bicara tentang Islam. Kenapa banyak dari kita bertindak kayak gini padahal ajaran Nabi tentang kebaikan, kemurahan hati, dan rasa hormat? Gimana kita bisa ngingetin diri kita sendiri bahwa akhlak yang baik itu bagian dari iman kita?

+246

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh tidak, itu terdengar sangat tidak nyaman - aku pasti akan marah di dalam. Rasanya aneh bagaimana hal-hal kecil bisa menunjukkan kesopanan. Kirim peluk untukmu, dan mungkin lain kali bicaralah lebih awal? Orang-orang seringkali tidak menyadari kecuali dipanggil dengan lembut.

+5
Diterjemahkan otomatis

Sangat bisa dipahami. Bikin aku mikir kalau kebiasaan budaya kadang-kadang lebih kuat dari ajaran agama. Pembicaraan ringan tentang betapa pentingnya sopan santun mungkin bisa membantu - tapi aku ngerti banget rasa malu untuk membicarakannya saat itu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini kena banget. Aku udah liat yang sama - religiusitas itu nggak selalu sama dengan tata krama. Mungkin ingetin mereka nanti dengan tenang tentang adab, atau bikin batasan soal berbagi makanan. Kamu nggak pantas dapet potongan yang setengah dimakan itu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Itu berat. Aku juga bakal merasa malu. Mungkin lain kali bisa ngobrol tentang etika berbagi dengan santai setelahnya, biar nggak terasa konfrontatif. Kamu layak dapat rasa hormat, bahkan soal kue dan pizza.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ugh, aku pernah ngalamin itu. Aku pasti akan ambil potongannya dan nggak bilang apa-apa, terus nanti ketawa-ketawa aja. Gak apa-apa kok ngerasa sakit hati. Kadang orang-orang lupa sama sopan santun kecil pas mereka nyaman di lingkungan keluarga.

-3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar