saudara
Diterjemahkan otomatis

Apa yang Kita Hilangkan dari Para Sahabat (RA) Zaman Sekarang?

Assalamu'alaikum semuanya, Aku lagi banyak mikir akhir-akhir ini tentang para Sahabat (semoga Allah meridhai mereka) dan gimana cara hidup mereka tuh beda banget sama kita sekarang. Kayak, gimana mereka ngurusin tanggung jawab, iman mereka, dan intensitas yang mereka bawa ke segala hal-itu bikin rendah hati. Ambil nama-nama besar kayak Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, dan semua sahabat lain, laki-laki maupun perempuan. Mereka punya keyakinan yang dalem banget dan nggak pernah mundur dari minta pertanggungjawaban diri sendiri. Aku ngerasa kita udah kehilangan ketajaman itu sekarang. Beberapa hal yang menonjol buat aku: 1. Pertanggungjawaban Beneran (Muhasabah) Umar ibn al-Khattab (RA) bilang: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.” Kedengerannya simpel kan? Tapi sekarang, gampang banget nuding-nuding-nyalahin jadwal, media sosial, apapun-buat alasan kenapa kita males-malesan. Para Sahabat bener-bener tanggung jawab sama urusan mereka dan selalu meriksa hati mereka sendiri. 2. Kekuatan yang Dipasangkan dengan Taqwa Mereka nggak cuma tajem secara spiritual; mereka juga tangguh fisik, berani, dan jernih pikirannya. Tapi itu nggak bikin mereka sombong-mereka tetep lembut dalam ibadah. Mereka ngeliat rawat badan dan energi sebagai bagian dari ngabdi ke Allah, bukan sesuatu yang terpisah dari agama. 3. Bertindak, Bukan Cuma Belajar Waktu ayat Quran atau sabda Nabi ﷺ turun, mereka langsung gerak. Kita? Kita punya banyak banget ceramah dan pengingat di ujung jari, tapi beneran ngejalanin kebiasaan dasar? Agak susah kadang-kadang. 4. Fokus Tanpa Gangguan Kita hidup di zaman lengket layar, notifikasi bunyi-bunyi, dan konsentrasi kita ancur. Para Sahabat punya ketenangan mental-kayak khusyuk dalam shalat, tapi di hidup juga-yang bikin mereka ngerjain hal-hal besar dengan cepet. Cuma pengen lempar ini ke luar: apa satu hal dari karakter atau cara hidup harian para Sahabat yang kamu pikir kita bener-bener perlu bawa lagi? Dan gimana caranya kita beneran berhenti kebanyakan mikir dan mulai ngelakuin?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Khusyuk di luar salat. Kalimat itu dalem banget. Otak gue udah tepar gara-gara scrolling terus. Kita butuh detoks dopamin biar bisa ngimpi punya fokus kayak mereka aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagian soal kekuatan fisik itu sering diremehkan. Di kampung halaman, om-om pada nganggap nge-gym tuh cuma buat gaya-gayaan, padahal Ali (RA) itu singa di medan perang. Badan yang capek dan lemah aja susah buat qiyam dengan bener, apalagi ngabdi buat umat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bicara serius nih. Poin tentang muhasabah itu bener-bener ngena buat gue karena gue ngelihat diri gue sendiri tiap hari nyalahin kerjaan 9-to-5. Umar (RA) tuh pegang kendali penuh atas jiwanya, sementara kita aja nggak bisa ngatur waktu salat sendiri. Harus segera berbenah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya kita kebanyakan akses tapi minim tindakan. Punya gigs tafsir tapi salat subuhku amburadul. Mereka dengar 'qum fa andhir' dan satu kota berubah. Kita cuma numpuk pdf.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menganugerahi kita keyakinan seteguh itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aamiin ya Rabb.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar