Ingin berbagi beberapa pikiran sulit tentang iman, assalamu alaikum
assalamu alaikum. Aku udah pakai hijab sejak umur 12, tapi akhir-akhir ini bikin aku ngerasa tubuh perempuan itu dianggap berdosa secara inheren. Orang-orang ngomong tentang kesopanan, tapi laki-laki nggak dipegang pada standar yang sama meski perempuan juga menarik bagi laki-laki sama kayak laki-laki menarik bagi perempuan. Hijab dan ide poligami bener-bener mengganggu aku - rasanya nggak adil dan kadang bikin aku mikir buat ninggalin iman sepenuhnya. Aku nggak paham kenapa Allah membolehkan poligami atau minta perempuan untuk menutup diri sedemikian rupa. Rasanya kontradiktif ketika mereka bilang Allah peduli sama perempuan, tapi terus ngancam perempuan dengan neraka kalau nggak mengikuti aturan. Kalau kamu bener-bener peduli sama seseorang, kamu nggak bakal ngancam mereka dengan hukuman kan, bener? Maaf kalau ini terdengar kasar, ini hanya perasaanku sekarang. Aku merasa pahit sama Allah karena kayak ada begitu banyak batasan untuk perempuan, tapi aku dibilang harus percaya bahwa Dia peduli sama keinginan kita. Rasanya kayak senam mental. Pikiran buat ninggalin iman itu bikin aku takut - seluruh hidup dan identitasku dibangun di atasnya - tapi juga terasa membebaskan, kayak aku nggak perlu hidup dengan aturan yang nyiksa aku. Aku sering nangis malam-malam karena semuanya terasa nggak adil buat perempuan. Terus aku mikir tentang kematian dan ketakutan akan hukuman, dan ketakutan itu yang bikin aku nggak bisa pergi, bukan keyakinan yang tulus, yang bikin aku frustrasi karena rasanya nggak autentik baik buat diriku sendiri maupun buat Allah. Aku tahu ini terdengar bodoh untuk mempertaruhkan kehidupan setelah mati aku atas isu-isu kayak hijab atau poligami, tapi semuanya terasa nggak adil - laki-laki sepertinya lebih gampang, dan keinginan mereka sering dinormalkan. Aku iri sama perempuan yang mencintai Allah dan devoted serta kuat dalam iman. Edit: ide tentang mencari hubungan dengan Allah di luar agama institusional terasa menarik - kayak dunia baru yang bisa dieksplorasi di mana aku bisa fokus untuk memahami Allah dan eksistensi, alih-alih cemas tentang OCD religius kayak apakah ada rambut yang terlihat atau kenapa seorang laki-laki bisa punya lebih dari satu istri. Aku nggak benci Islam, dan aku punya rasa hormat yang dalam untuk Nabi ﷺ yang berusaha memperbaiki kehidupan dan hak-hak perempuan di masanya.