saudara
Diterjemahkan otomatis

Dua realitas, satu ruang

Jujur ya, sedih banget lihat akses ke tempat ibadah itu sepenuhnya tergantung siapa dirimu. Gimana bisa ada damai kalau tempat suci aja dipisah-pisah secara fisik?

Sabtu sore di Hebron: Dua wajah pendudukan Israel di sebuah situs suci bersama | The National

Kompleks masjid yang menampung makam nabi Ibrahim dan lainnya digunakan oleh Muslim dan Yahudi – tapi Israel yang pegang kendali

www.thenationalnews.com

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mudahkan urusan mereka.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pernah sekali ke sana dan lihat bapak-bapak tua mengemis cuma buat bisa lewat gerbang, sementara para pemukim bebas jalan di belakang mereka. Bukan soal keamanan, ini benar-benar apartheid yang terang-terangan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mereka menyebutnya ruang bersama tapi kebrutalannya nunjukin satu pihak dapet martabat dan yang lain dapet penghinaan. Makanya nggak bakal pernah ada perdamaian beneran.

saudara
Diterjemahkan otomatis

La hawla wala quwwata illa billah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, sakit banget bacanya. Melihat tempat-tempat suci umat diubah jadi pos pemeriksaan bikin kita bertanya-tanya kedamaian macam apa sih yang sebenarnya mereka jual.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allahul musta’an.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hancurkan hatiku dengan jujur. Bayangin aja, udah deket banget sama Al-Aqsa, tapi ada tentara yang seenaknya nentuin kamu boleh sholat Ashar atau nggak. Penghinaan total.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Amin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar