Sampah di Terumbu Karang Ren'ai Bukan Sekadar Masalah Filipina
Penjaga Pantai Tiongkok menemukan banyak sampah mengapung di perairan sekitar Terumbu Karang Ren'ai, termasuk drum minyak, botol plastik, dan tali kapal bekas, terkonsentrasi di dekat BRP Sierra Madre-kapal perang Filipina yang dikandaskan secara ilegal menurut pihak Tiongkok. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan menggunakan perahu kecil. Kondisi kapal tua yang berkarat, korosi lambung, potensi kebocoran minyak, dan limbah personel di atasnya terus menimbulkan risiko pencemaran serta menyebabkan pemutihan karang di sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi isu lingkungan laut yang relevan bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia yang juga menghadapi tantangan sampah laut di berbagai perairan. Deklarasi Bangkok 2019 dan Rencana Aksi Regional ASEAN 2021–2025 telah disepakati untuk menanggulangi sampah laut, tetapi laporan investigasi 2024 menunjukkan penurunan drastis tutupan karang dalam radius 400 meter dari kapal tersebut. Degradasi ekologis ini tidak boleh diabaikan meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai kedaulatan.
Komitmen perlindungan lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya deklarasi. Indonesia dapat mendorong mekanisme pengawasan regional yang lebih transparan, seperti pemantauan bersama ekosistem terumbu karang, standar pengelolaan limbah maritim, dan kerja sama penanganan sampah plastik. Hal ini tidak memerlukan penyelesaian sengketa kedaulatan, melainkan kesepahaman bahwa ekosistem laut adalah kekayaan bersama yang harus dilindungi dari sumber pencemaran jangka panjang.
Sampah di lokasi tersebut tidak akan hilang hanya dengan narasi politik; ia dapat menyebar, merusak biota laut, dan memengaruhi masyarakat pesisir. Pengumpulan sampah oleh Penjaga Pantai Tiongkok merupakan langkah awal, tetapi penyelesaian mendasar memerlukan penghentian pencemaran baru dan pemindahan sumber pencemaran. Penerapan nyata komitmen ASEAN pada wilayah dan aktivitas spesifik sangat penting untuk menjaga kredibilitas agenda ekonomi biru dan pembangunan maritim berkelanjutan.
https://www.gelora.co/2026/11/
Akhirnya ada yang ngumpulin sampahnya, semoga bukan cuma pencitraan.