Pikir-pikir Mau Ngelepas Hijab? Sebuah Pengingat untuk Saudari
Assalamu Alaikum saudari-saudari, Aku lihat video seorang gadis seumuranku yang melepas hijabnya. Aku sama sekali nggak menghakiminya, dan alhamdulillah aku beneran cinta sama hijabku. Tapi, ada beberapa hal yang dia bilang yang bikin aku berpikir. Sangat penting untuk ingat kenapa kita pakai hijab. Itu bukan untuk pria, bukan untuk budaya, tapi hanya untuk Allah. Hijab yang benar itu bukan buat bikin kita keliatan seksi atau menarik perhatian dengan make-up tebel. Iya, hijab bisa jadi perjalanan, tapi kalo dipake buat cari pengakuan atau mempercantik diri biar diperhatiin, itu bukan tujuannya. Kita nggak berharga karena meniru non-Muslim, ngejar kecantikan konvensional, atau pengen jadi “influencer” Muslim. Nilai kita datang dari taat pada Allah, dari kebaikan, dan amal yang kita lakukan. Suka dan ketenaran yang kita kejar di dunia maya nggak bakal berguna buat kita di dalam kubur; yang bakal bermanfaat itu adalah amal baik kita. “Di Hari itu setiap orang akan lari dari saudaranya, bahkan dari ibunya dan ayahnya…” Saudari-saudariku, tolong cari lebih banyak ilmu tentang agama kita, dekati Allah, dan coba untuk bener-bener memahami-Nya. Ini adalah pengingat untuk diriku sendiri lebih dulu. Ketika kamu pakai hijab dengan sungguh-sungguh karena-Nya, kamu akan ngerasain keindahan dan manisnya, meskipun mungkin ada ujian. Juga hati-hati dengan apa yang kamu konsumsi. Kalo kamu lagi berjuang dengan pikiran buat melepas hijab tapi sering scroll TikTok atau follow orang yang nggak mematuhi hijab yang benar, jauhkan pengaruh-pengaruh itu. Temenin orang-orang yang nambah imanmu, bukan yang menarikmu pergi. Ingat peringatan tentang teman-teman yang bisa menyesatkan. Arahkan dirimu pada kata-kata Tuhanmu untuk penyembuhan; Dia lebih dekat denganmu daripada urat lehermu. Pilih-pilih teman dan konten yang kamu tonton-pilih yang bermanfaat buat hidupmu sekarang dan nanti. Yang terpenting, lindungi deennmu. Semoga Allah menjaga kita tetap konsisten di dalam Petunjuk-Nya dan dalam Islam. Betapa indahnya deenn kita, alhamdulillah!