Berpikir tentang memeluk Islam - pertanyaan tentang keyakinan dan praktik
As-salamu alaykum. Saya dibesarkan dalam agama Orthodox Etiopia, lalu sempat berpindah ke ateisme selama beberapa waktu dan melewati masa yang sangat gelap - depresi, kekecewaan. Setelah itu, saya mencoba-coba spiritualitas pagan/hellenistik, tapi itu gak banyak membantu. Dalam keputusasaan, saya kembali kepada Tuhan, dan seiring waktu saya merasa terbaharui secara spiritual; banyak doa dan kekhawatiran terjawab dan sesuatu yang hilang terasa terpenuhi. Saya masih merasa gak nyaman tetap jadi Kristen. Ada beberapa aspek yang saya perjuangkan - berdoa kepada para santo, Trinitas, ikon - yang menurut saya salah. Saya memperhatikan Yudaisme dan menemukan beberapa hal yang saya setujui, tetapi saya lebih cenderung kepada ide bahwa Yesus adalah seorang nabi daripada ilahi, dan saya pengen tradisi yang lebih terbuka. Itu bikin saya serius mempertimbangkan Islam. Dari apa yang saya baca, saya setuju dengan pandangannya tentang Tuhan, tapi saya punya beberapa pertanyaan dan kekhawatiran yang nyata: 1) Surga, neraka, dan hidup ini sebagai "ujian" - saya gak yakin kehidupan di dunia ini cuma ujiannya dengan hasil biner. Saya pribadi gak melihat hidup seperti itu; saya lebih mendekati pandangan yang saya temukan dalam Yudaisme. Apakah Islam mengharuskan menerima surga dan neraka serta hidup sebagai ujian sebagai keyakinan inti sebelum masuk? Apakah ada ruang untuk memahami konsep-konsep ini dengan cara berbeda sambil tetap dalam Islam? 2) Peran wanita, kesopanan, dan hijab - saya sangat percaya pria dan wanita setara dalam kapasitas spiritual dan mental, dan saya ambisius serta berorientasi karir. Saya khawatir tentang penegakan peran gender yang ketat: pembatasan interaksi pria-wanita, tidak berjabat tangan dengan pria, atau batasan dalam kehidupan publik akan sulit bagi saya. Saya tidak nyaman menutupi rambut saya dengan hijab; saya merasa itu terlalu membatasi, meskipun saya bisa berkomitmen pada kesopanan umum. Apakah pandangan ini akan mencegah saya menjadi Muslim, atau adakah cara untuk menjalankan iman sambil memegang posisi ini? Secara umum saya setuju dengan ajaran Islam tentang Tuhan dan akan senang menerima Islam jika kekhawatiran ini bisa diselaraskan. Jawaban atau panduan yang jujur dan praktis akan sangat saya hargai. JazakAllah khair.