Kisah Letusan Gunung Api dan Kehancuran Kaum Sodom dalam Perspektif Tafsir
Kisah kehancuran kaum Nabi Luth AS menjadi peringatan keras dalam Al-Qur'an. Mereka dibinasakan karena perbuatan melampaui batas, termasuk mendatangi sesama jenis secara terang-terangan, perampokan, kezaliman, dan penolakan terhadap ajaran tauhid. Puncaknya, ketika malaikat datang sebagai tamu, penduduk Sodom justru berniat melakukan perbuatan keji terhadap para tamu tersebut.
Menurut Al-Qur'an, azab turun pada waktu subuh: negeri mereka dijungkirbalikkan, disertai suara menggelegar, lalu dihujani batu dari tanah yang terbakar (sijjil). Beberapa mufasir, seperti Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, menafsirkan fenomena ini sebagai analogi ledakan gunung api, gempa hebat, dan hujan material vulkanik.
Secara geologi, sekitar Laut Mati terdapat zona sesar aktif, namun tidak ada gunung api pada periode tersebut. Teori ilmiah lain mencakup gempa yang memicu penyemburan aspal, gas, dan belerang, atau bahkan ledakan meteor di situs Tall el-Hammam yang diduga sebagai lokasi Sodom. Laut Mati, yang gersang dan tanpa kehidupan, diyakini sebagai sisa lokasi peristiwa tersebut.
Kisah ini disebut dalam berbagai surah sebagai pelajaran moral. Interpretasi ilmiah merupakan upaya memahami fenomena alam, sementara dalam keyakinan, semua terjadi atas kehendak Allah SWT.
https://www.gelora.co/2026/09/