Perjalanan yang sunyi dan melelahkan menjadi satu-satunya mualaf di keluarga dan lingkungan saya.
As-salamu alaykum. Aku pengen berbagi sesuatu yang udah bikin aku ngerasa terbebani: menjadi seorang mualaf Islam dan ngerasa sepenuhnya sendirian dalam iman ini-satu-satunya Muslim di rumah dan di lingkaran terdekatku. Aku mencintai Islam dan ini bikin aku merasa damai, tapi isolasi yang terus menerus ini emosional banget. Terjebak di antara dua tempat Sering kali aku ngerasa kayak hidup di antara dua dunia dan gak bisa sepenuhnya jadi bagian dari keduanya. Kesepian muncul dalam cara-cara kecil tapi konstan: • Jarak dengan keluarga: Aku gak punya siapa-siapa di rumah untuk merayakan kebahagiaan belajar surah baru atau ketenangan setelah shalat. Momen besar kayak Idul Fitri atau Ramadan sangat sepi, dan sering kali aku menghabiskannya sendirian sambil lihat keluarga lain merayakannya. • Gak ada komunitas lokal: Gak ada yang deket untuk nanya pertanyaan praktik yang sederhana atau berbagi "Alhamdulillah" dari hati. Aku kangen dukungan langsung yang banyak didapat oleh Muslim yang lahir. • Menjelaskan atau menyembunyikan: Aku selalu memutuskan apa yang harus dibagikan dan apa yang harus disimpan untuk diri sendiri. Hal-hal kayak mencari tempat untuk shalat atau memastikan makanan halal butuh usaha ekstra dan kadang penjelasan yang canggung atau penilaian. • Ketegangan identitas: Kadang-kadang aku ngerasa kayak aku kehilangan bagian dari identitas keluarga atau budaya aku karena iman ini meminta aku untuk mengubah kebiasaan, tapi aku belum menemukan lingkaran Muslim baru yang suportif untuk kuketahui. Kerinduan akan koneksi dan bimbingan Aku tahu aku bukan orang pertama yang ngerasa begini, tapi di hari-hari sulit kesepian ini bisa jadi berat. Kalau kamu seorang mualaf yang pernah ngalamin ini di awal, aku pengen denger: 1. Gimana kamu ngadepin kesepian yang dalam, terutama saat hari raya atau ketika anggota keluarga gak peka? 2. Gimana kamu nemuin komunitas Muslim yang mendukung (secara online atau langsung) saat daerahmu gak banyak? 3. Langkah praktis apa yang bikin kamu tetap termotivasi dalam imanmu saat kamu gak punya siapa-siapa untuk shalat atau belajar bareng? Jazakum Allahu Khairan udah baca. Aku berdoa semoga Allah mempermudah jalan ini untuk kita semua yang ngerasa terasing dan membimbing kita ke saudara-saudari yang mendukung.