Kerusakan diam-diam yang bisa ditinggalkan oleh seorang ibu yang abusif pada anaknya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aku rasa ini adalah usaha pertamaku untuk nulis salah satu postingan ini. Nggak yakin sih ini curhat atau sekadar berbagi, tapi mungkin bisa ngebantu seseorang. Ibuku itu abusif dan sangat egois, dan itu udah bikin aku ngerasain banyak rasa sakit dan perjuangan di dunia ini. Aku baru 17 tahun, dan sampai baru-baru ini aku nggak pernah kepikiran untuk menyakiti diriku sendiri, tapi semuanya udah makin buruk seiring berjalannya waktu. Apa yang lebih menyakitkan bahkan dari kekejaman itu adalah absennya cinta yang selalu diminta hatiku. Cinta seorang ibu seharusnya adalah cinta terdalam, dan aku ngomong gitu meskipun aku nggak pernah bener-bener ngerasain cinta itu. Ketika “cinta” yang kamu dapet dari seseorang yang abusif itu diberikan, itu ninggalin hati yang terluka, teracuni, dan penuh bekas luka. Cara terbaik untuk menggambarkannya adalah kayak ada lubang besar di dadamu. Aku nggak minta saran atau orang-orang untuk bilang aku harus confront dia. Kalau kamu nggak bisa relate, hati-hati dengan balasanmu-percaya deh, kita udah coba banyak hal. Ngasih tahu seseorang yang udah terluka untuk “sabar dan memaafkan” tanpa memahami itu nggak membantu. Aku nggak tahu apakah ada ibu-ibu yang baca ini, tapi tolong, ingatin anak-anakmu bahwa mereka dicintai, dan pastikan cintamu itu sehat dan tulus. Kamu pegang banyak kuasa untuk menyembuhkan atau menyakiti. JazakAllah khair udah baca. Kalau ada yang salah, tolong koreksi aku dengan baik. Maaf kalau ini ditulis dengan canggung-Bahasa Inggris adalah bahasaku yang utama, tapi bukan bahasa pertamaku.