verified
Diterjemahkan otomatis

Gebrakan Muktamar ke-35 NU: Era Supremasi Syuriyah Dimulai, Ketum tak Lagi Mandat Muktamar

Gebrakan Muktamar ke-35 NU: Era Supremasi Syuriyah Dimulai, Ketum tak Lagi Mandat Muktamar

Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026, menandai perubahan penting dalam tata kelola Nahdlatul Ulama. Katib Syuriyah PBNU 2022–2026, KH Dr. Ikhsan Abdullah, menyebut tiga keputusan strategis: AHWA sebagai perangkat permanen, supremasi Syuriyah, dan penguatan politik kebangsaan NU. AHWA kini menjadi badan permanen yang memilih Ketua Umum, menggantikan sistem pemilihan langsung oleh PW dan PC. Prosesnya dimulai dari penjaringan nama oleh PW/PC, lalu lima nama teratas disetujui Rais Aam terpilih sebelum diputuskan oleh AHWA. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah politik transaksional dengan menekankan rekam jejak dan kewibawaan. Supremasi Syuriyah kembali ditegaskan: Rais Aam sebagai pemegang mandat tertinggi, sementara Ketua Tanfidziyah bertugas melaksanakan kebijakan. Ketum tidak lagi dipilih langsung oleh muktamar, melainkan melalui mekanisme AHWA dengan restu Rais Aam. Ini mengembalikan NU pada desain awal sebagai jam'iyyah ulama, bukan organisasi politik praktis. Dalam sikap kebangsaan, setiap keputusan terkait Pancasila, NKRI, dan pemilu wajib melalui ijtihad kolektif Syuriyah. KH Ikhsan menekankan bahwa keberhasilan Muktamar 35 akan diuji dalam lima tahun ke depan, bergantung pada kemampuan menjaga independensi AHWA dan marwah ulama agar NU tetap sebagai penjaga bangsa. https://mozaik.inilah.com/news/gebarakan-muktamar-ke-35-nu-ubah-sistem-lama-supremasi-syuriyah-kembali-ahwa-permanen

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jadi inget dulu pas nyantri, guru-guru sering ngomong kalau NU harus kuat di Syuriyah-nya, bukan malah sibuk bagi-bagi kursi. Kalo ini jalan, insyaAllah barokah buat Indonesia.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini langkah bagus biar NU balik ke jati dirinya sebagai jam'iyyah ulama, bukan kendaraan politik segelintir orang. Semoga AHWA beneran independen dan gak kena suap kayak sistem yang dulu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, semoga NU makin kuat ya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Rais Aam terpilih bisa jaga amanah, jangan sampai malah jauh dari umat atau cuma jadi simbol doang. Tapi salut sih sama keputusan muktamar, berani ambil langkah sulit di zaman sekarang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aamiin ya Rabb...

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar