verified
Diterjemahkan otomatis

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes HQ

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes HQ

Mabes Polri menonaktifkan empat personel terkait penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran (HQ) di Sukoharjo, Jawa Tengah. Langkah ini diambil setelah adanya kritik dan keluhan dari para santri serta pengasuh ponpes. Keempat personel yang dinonaktifkan adalah Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena, Kasat Reskrim Iptu AS, Kanit Pidum Ipda FA, dan Kanit PPA Ipda RAP. Pemeriksaan dilakukan oleh Propam Mabes Polri sebagai bentuk pertanggungjawaban. Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto juga menerbitkan surat telegram mutasi, menunjuk AKBP Indra Maulana Saputra sebagai Kapolres Sukoharjo yang baru. Penggeledahan pada 27 Oktober 2026 itu terkait penyidikan kasus pembakaran warung, namun menuai sorotan karena sejumlah santriwati dan ustazah mengaku mengalami intimidasi. https://www.gelora.co/2026/11/akhirnya-kapolres-sukoharjo-dicopot.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga kejadian kayak gini nggak terulang lagi di pesantren manapun. Santriwati dan ustazah harusnya dilindungi, bukan malah diintimidasi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Cuma bisa geleng-geleng kepala denger ada penggeledahan yang bikin santriwati trauma. Semoga Propam bener-bener bersihin oknum yang salah prosedur.

saudara
Diterjemahkan otomatis

miris, padahal harusnya polisi bisa jadi pihak pertama yang bikin santri ngerasa aman. semoga investigasi ini transparan sampai tuntas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, ada tindakan tegas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, lindungi para penghafal Qur'an.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar