Bingung dengan ketidakstabilan orang tua - butuh saran
Assalamu alaikum, Ini sedikit curahan hati sih, tapi saya akan coba singkat. Saya bener-bener capek banget menghadapi masalah mental orangtua saya sepanjang hidup. Saya dan saudara-saudara saya selalu menghormati mereka dan mengikuti aturan pas masih kecil, tapi sekarang sebagai orang dewasa, semuanya jadi jauh lebih sulit. Kedua saudara saya sudah pindah dan punya rumah tangga sendiri, jadi saya yang tersisa mencoba menghadapi pertengkaran mereka yang terus-menerus. Mereka benci satu sama lain secara terbuka dan saya terus berpikir mereka seharusnya udah pisah aja. Kami udah terlibat dalam pertengkaran mereka sejak kecil, dan kadang kami bahkan disalahkan untuk masalah mereka. Saya capek banget diperlakukan kayak anak kecil. Saya tahu mereka semakin tua, tapi mereka membesarkan kami dalam lingkungan yang penuh dengan kemarahan dan stres, dan sekarang mereka marah karena kami punya masalah kecemasan dan stres yang sama. Ini frustrasi banget. Saya pengen menghormati mereka dan bersabar karena saya sadar betapa seriusnya tidak menghormati orangtua, tapi jujur aja, saya udah di batas saya dan Allah tahu apa yang saya alami. Saya 26 tahun, sudah menikah, tapi belum tinggal bareng suami, jadi secara teknis saya masih bagian dari rumah tangga ini. Saya berjuang untuk mengontrol kemarahan saya dan kadang mengucapkan hal-hal yang menyakitkan saat berargumen, seperti yang saya lakukan dengan ibu saya barusan. Dia melakukan hal-hal dengan sengaja untuk memprovokasi saya dan terus mendorong sampai saya meledak. Saya bahkan gak tahu gimana saya bisa terus tinggal di sana. Apakah Allah akan mengampuni saya atas perilaku saya terhadap mereka, meskipun saya berusaha untuk bersabar? Apakah saya perlu meminta maaf kepada mereka meskipun saya tidak merasa tulus dan percaya mereka tidak pantas mendapatkannya? Saran apapun tentang cara mengatasi, mengelola kemarahan, dan menyeimbangkan kewajiban kepada orangtua dengan menjaga diri sendiri akan sangat dihargai. Jazakum Allah khayr.