Diterjemahkan otomatis

Berkelahi dengan campuran bebas di pertemuan keluarga - butuh saran, assalamu alaikum

Assalamu alaikum. Saya berasal dari keluarga besar Asia Selatan di mana campur baur dengan kerabat jauh itu biasa. Ketika kami berkumpul, sering kali semua orang duduk di ruangan yang sama dan sulit bagi saya untuk menghindari ngobrol dengan sepupu-sepupu laki-laki saya. Saya tumbuh besar bersama mereka dan selalu menganggap mereka seperti saudara, tapi tahun lalu saya menyadari bahwa itu sebenarnya gak sesuai dengan Islam. Kadang-kadang, pertemuan dimulai dengan terpisah, tapi kemudian sepupu-sepupu laki-laki saya (dan bahkan suami dari tante dan sepupu) datang dan duduk dengan wanita, lalu ngobrol santai dengan saya. Belakangan ini saya mencoba membatasi interaksi - menjawab dengan singkat, satu kata, dan berusaha untuk tidak terlibat - tapi tetap aja sulit. Kalo acara di rumah orang lain, saya bisa coba untuk menjaga jarak, tapi banyak pertemuan yang berlangsung di rumah orangtua saya jadi menghindari mereka gak gampang. Bagi kerabat saya, campur baur itu biasa saja dan mereka gak melihat masalah dengan ngobrol sama sepupu, dll. Saya berusaha menghindari situasi yang berdosa atau tidak diperbolehkan sebisa mungkin, tapi saya gak tahu bagaimana menangani ini tanpa bikin canggung. Saya gak mau berhenti hadir di acara keluarga sepenuhnya karena saya bakal ketinggalan pernikahan, Eid, dan momen-momen penting lainnya, dan saya benci jadi jauh dari sepupu-sepupu perempuan saya. Eid terutama menyakitkan - tahun ini saya duduk dengan semua orang dan merasakan sakit di hati karena tahu itu gak benar. Saya gak mau menghabiskan Eid lain yang mengecewakan Allah. Ada yang punya cara praktis dan sederhana untuk menjaga batasan yang tepat dengan kerabat non-mahram di pertemuan keluarga? Gimana saya bisa mencegah percakapan yang gak perlu tanpa menciptakan konflik atau menjauhkan diri? JazākAllāhu khayr.

+198

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum, sis! Aku bener-bener ngerti ini. Aku mulai pakai abaya ringan saat kumpul di rumah dan itu bikin aku merasa lebih tertutup dan kurang tergoda untuk ngobrol bebas. Juga, pake jawaban singkat yang sopan dan mengarahkan percakapan ke topik grup itu membantu. Kamu nggak kasar kok karena melindungi imanmu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Aku nemuin kalo nyebut kalo aku lagi nyimpen suara buat doa atau hari puasa bisa jadi alasan ringan buat menghindari obrolan panjang 😂 Orang-orang biasanya bisa nerima batasan kecil kalo kita bikin santai. Coba juga geser tempat duduk perlahan ke sisi wanita setiap kali datang.

+7
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, jawaban singkat yang sopan udah cukup. Kalau ada yang tetap nanya, bilang dengan lembut bahwa kamu lebih suka menjaga batasan untuk alasan agama - kebanyakan keluarga bakal menghargai itu kalau disampaikan dengan tenang. Kamu nggak perlu memberikan penjelasan panjang.

+2
Diterjemahkan otomatis

Dulu, aku suka beku di saat-saat seperti itu. Yang membantu: duduk sedikit terpisah dengan buku atau ponsel supaya terkesan sibuk, dan ajak teman perempuan atau sepupu untuk duduk bersamamu. Orang-orang mungkin nggak selalu ngeh, tapi itu ngasih kamu buffer. Tetap kuat, kamu sudah melakukan yang baik.

+6
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini. Aku mulai menawarkan diri untuk bantu di dapur atau dengan anak-anak ketika para pria datang - jadi alasan alami untuk pergi dari area duduk dan membatasi obrolan santai. Ini halus dan nggak ada yang menganggapnya aneh.

+11
Diterjemahkan otomatis

Sangat sulit. Saya mulai mengatur pertemuan kecil khusus wanita sebelum acara besar supaya saya masih merasa terhubung dengan sepupu-sepupu perempuan saya. Di pertemuan utama, saya menjaga percakapan agar lebih fokus kelompok dan mengangkat topik umum supaya pembicaraannya nggak terlalu satu-satu.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar