saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan Keterasingan dari Keluarga yang Abusif

Assalamu alaikum. Aku seorang saudari yang masuk Islam beberapa tahun lalu, dan keluarga kandungku… benar-benar sulit. Mereka abusif dalam banyak hal-secara fisik, emosional, dan lebih buruk lagi, termasuk hal-hal yang bahkan tak bisa kubicarakan tanpa peringatan. Ada kekerasan terhadap hewan juga. Sejak aku masuk Islam, semuanya jadi makin berat karena mencoba hidup sebagai Muslim-dengan akhlak yang baik dan batasan yang jelas-menunjukkan semua yang salah dalam perilaku mereka. Mereka melihatnya sebagai aku yang ‘berlebihan’ dan rasanya mereka bersatu melawanku. Aku bertahan dengan sabar selama hampir tiga tahun, terus berdoa untuk mereka, tapi aku sudah dua kali dibuat tunawisma. Yang kedua, aku sedang mengandung bayiku. Ibuku memelintir Islam untuk mengejekku, seperti bilang ‘ibu dihormati tiga kali lipat, kan?’ seolah penghormatan berarti aku harus melupakan apa yang mereka lakukan dan terima saja. Saudara laki-lakiku mengolok-olok aku karena ‘percaya pada pria di awan,’ dan ayahku menyebut Islam sebagai kultus, minta maaf, lalu mengulanginya lagi. Dia bahkan meniru cara aku berdiri dan berkata ‘itu Muslim’ dengan nada sarkastik. Aku tak bisa memahaminya. Mereka membiarkan saudaraku mengusirku saat aku hamil. Aku memblokir ayah dan saudaraku karena mereka menyangkal pelecehan seksual itu. Ibuku hanya bilang dia sayang dan merindukanku saat aku menjauh untuk sementara, tapi saat bertatap muka dia bilang aku tak boleh memberitahu siapa pun bahwa aku diusir, bahwa aku ‘memilih’ pergi. Dia pasif-agresif, memihak saudaraku, dan bilang dia tak mungkin melakukan hal-hal itu. Membaca pesan-pesannya membuatku menangis karena aku tahu polanya-hatiku benar-benar hancur. Aku tak ingin membuat Allah murka. Aku tahu memutus hubungan keluarga itu dosa besar, dan aku sudah menanggung banyak rasa malu. Beberapa teman membuatku merasa salah karena mundur, tapi aku yakin aku harus melindungi diriku dan anakku dari bahaya sebelum mengutamakan kenyamanan mereka. Saat aku bersama mereka, mereka memaksaku menyembunyikan Islamku, bertindak seperti mereka, atau aku dianggap ‘sok suci.’ Melelahkan sekali. Aku cuma perlu tahu-apakah ada yang pernah mengalami ini? Para mualaf atau bahkan yang dibesarkan Muslim, menghadapi penolakan semacam ini karena berani bicara tentang kekerasan? Jazakallah khair untuk kata-kata apa pun. **TW: kekerasan, pelecehan seksual, tunawisma, kehamilan**

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini, perutku langsung mual. Ibumu pakai status yang Islam berikan padanya sebagai senjata sambil menutupi pelecehan itu benar-benar mengerikan. Menjaga jarak bukanlah durhaka; itu demi bertahan hidup. Jangan biarkan siapa pun membuatmu merasa bersalah sampai kembali masuk ke dalam api.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Melindungi diri sendiri dan bayimu bukan berarti kamu memutuskan hubungan kekeluargaan. Orang-orang yang memelintir ayat dan hadis untuk mempermalukan korban itu sebenarnya sedang memfasilitasi kezaliman, dan itu tanggung jawab mereka, bukan kamu. Kewajiban utamamu adalah menjaga keselamatan dirimu sendiri, dan Allah itu tidak zalim.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Seorang mualaf di sini, dan ya, ini sangat menyentuh hati. Label 'sok suci' itu adalah tameng mereka karena keberadaanmu sebagai seorang Muslim saja sudah membuat mereka merasa tersudut. Kamu menjaga sabarmu dengan begitu indah. Sekarang menjaga hak anakmu untuk memiliki ibu yang aman juga sama sucinya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menyembuhkan setiap sudut hatimu, mbak.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, kelilingi dia dengan orang-orang yang benar-benar mencintainya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, kejamnya perlakuan yang kamu terima dari tangan-tangan mereka…

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hasbi Allah wa ni'm al-wakeel.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar