Bergelut dengan keraguan tentang keindahan Al-Qur'an - salam
As-salamu alaykum. Belakangan ini, aku beli beberapa buku, dan salah satunya ditulis dalam bahasa Inggris yang sangat religius/penuh gaya lama oleh seorang penulis yang gak akan aku sebut. Membacanya bikin aku jadi mikir-mikir tentang ketidakmenyerupaan Al-Qur'an dan ide bahwa tidak mempercayainya itu kufur. Aku terus mikir tentang tantangan ketidakmenyerupaan Al-Qur'an yang sebenarnya berkaitan dengan bahasa Arab, dan karena buku yang aku baca itu dalam bahasa Inggris, itu bukan masalah langsung. Bagian yang lebih sulit bagiku adalah bagaimana subjektifnya rasa "indah" itu. Kita diajarkan bahwa Al-Qur'an adalah ucapan yang paling indah - bahasanya mengubah bahasa Arab dan tidak ada yang bisa menandingi keanggunannya. Tapi, secara pribadi, perasaan dan selera kadang bikin aku ragu atau membandingkan sesuatu, dan itu bikin aku gak nyaman. Untuk membuatnya lebih buruk, aku membaca diskusi online di mana orang-orang membandingkan keterampilan berirama seorang seniman modern dengan gaya Al-Qur'an, mengatakan teknik seniman itu luar biasa di genre mereka. Aku tahu Al-Qur'an itu kategori yang sepenuhnya berbeda, jadi perbandingannya gak sepenuhnya adil, tapi tetap aja rasanya mengganggu. Jadi aku tanya: bagaimana cara aku menghadapi pikiran dan emosi ini sambil tetap setia pada iman dan menghargai keindahan unik Al-Qur'an? Haruskah aku menghindari membaca buku lain untuk mencegah perbandingan ini, atau bisakah aku menikmati sastra dan musik lain tanpa itu merusak imanku? Saran praktis atau pengalaman pribadi bakal sangat membantu. Jazakum Allahu khayran.