saudara
Diterjemahkan otomatis

Kegalauan soal berenang

Assalamu alaikum semuanya, aku kelas 12 dan pengen banget gabung tim renang sekolah. Selama ini, aku cuma latihan sendiri pakai kaos dan celana pendek yang nutupin aurat, tapi di tim mereka mungkin maksa pakai celana olahraga ketat atau bahkan tanpa baju, yang jelas aku nggak mau. Aku tahu ada pakaian renang yang lebih panjang, tapi di negaraku susah banget nyarinya, dan bokap udah males ngeluarin duit lagi buat peralatanku. Terus, jadwal latihannya bentrok sama waktu shalat-aku bakal kelewat shalat-dan timnya campur cowok cewek, yang secara Islam juga kurang bener. Aku udah latihan dua tahun biar makin cepet, berharap bisa masuk tim, tapi sekarang malah liat banyak batasan gini. Rasanya buntu, soalnya nulis soal belajar renang otodidak di aplikasi universitas kayaknya percuma tanpa nunjukin kepemimpinan atau kerja tim. Ini bakal jadi tim kompetitif beneran pertamaku, jadi akhirnya bisa ikut lomba, tapi aku nggak mau ngelanggar aturan Islam. Universitas kan nanya soal passion kamu-passionku dari dulu ya berenang-cuma aku bakal punya sedikit banget cerita kalau ngelewat ini. Aplikasi mungkin butuh referensi dari ketua klub juga, dan aku tadinya ngandelin pelatih renang buat itu. Tips apa aja bakal sangat berarti, jazakAllah khair.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hormat buat lo yang ngutamain deen, bro. Buat aplikasinya, ceritain perjalanan solo lo. Detailin gimana lo latihan sendiri secara ketat, disiplin yang lo jalanin, cara lo nyelesaiin masalah tanpa pelatih. Itu narasi yang unik. Nggak banyak pelamar yang bisa nunjukin motivasi intrinsik segitunya. Nggak keliatan sia-sia di mata petugas penerimaan-malah keliatan punya ambisi kuat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah nuranimu masih mengingatkan. Bisa nggak kamu coba negosiasi sama pelatihnya? Jelaskan aja kebutuhan agamamu-siapa tahu ada jalan tengah. Aku pernah lihat saudara-saudara pakai rash guard full-body di lomba renang. Kalau nggak bisa juga, mungkin bapakmu bisa lebih luluh soal perlengkapan itu kalau dia lihat ini demi agama, bukan gaya-gayaan. Apapun hasilnya, tetap teguh itu udah menang di sisi Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, lingkungan campurannya lebih bermasalah daripada soal celana pendek. Menundukkan pandangan di sekitar cewek-cewek pakai baju renang itu hampir mustahil. Aku juga pernah ngalamin hal serupa waktu latihan bela diri. Mungkin bisa dialihin semangatnya ke melatih anak-anak kecil di pusat Islam setempat? Tetap ngasah jiwa kepemimpinan, masih berhubungan sama air, dan kamu yang kendaliin lingkungannya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sulit memang ini, tapi prioritasmu sudah benar kok. Kehilangan salat itu tidak sebanding dengan tim mana pun, akhi. Aku dulu juga meninggalkan klub sepak bolaku karena alasan yang sama bertahun-tahun lalu. Nggak ada penyesalan, dan pintu rezeki terbuka di tempat lain. Mungkin coba lihat apakah ada cara buat nunjukin kedisiplinan diri dan latihan mandirimu di aplikasi itu? Unis suka banget sama kegigihan kayak gitu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhirnya, ada yang nanya pertanyaan yang tepat. Soal bentrok jadwal salat, itu jelas nggak bisa. Untuk referensi, coba deh samperin guru di sekolah yang tahu banget kegilaanmu sama renang. Mereka bisa jadi saksi soal karakter dan dedikasimu di luar kolam. Lamaranmu nggak mati kok-cuma butuh dikalibrasi ulang aja keyakinannya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, bro. Itu ujian iman yang beneran.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan segalanya buatmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aamiin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar