Berk struggling untuk merasakan kedekatan dengan Allah dalam shalat
Assalamu alaikum, saya sedang di universitas dan baru sekitar setahun lalu saya mulai berdoa secara konsisten dan berusaha semaksimal mungkin. Saya dibesarkan sebagai Muslim, tapi benar-benar mendalami Islam setahun yang lalu melalui membaca Al-Qur'an, dan sekarang ini adalah hal terpenting dalam hidup saya. Tentang shalat - saya tidak merasa sepenuhnya terputus, tapi sering kali rasanya lebih seperti saya hanya menjalani rutinitas daripada mengalami pengalaman spiritual. Berpikir tentang makna surah yang saya bacakan membantu, tetapi saya tidak yakin apakah itu dianggap sebagai tetap fokus atau justru pikiran saya melayang ke pemikiran Islam. Saat berdoa, kadang saya mendapati diri saya berpikir tentang Allah, Para Nabi, atau Bumi saat saya membaca, dan saya bertanya-tanya apakah itu merupakan koneksi yang nyata atau hanya sekadar pikiran yang terkait. Saya merasa lebih dekat secara spiritual ketika saya membaca atau membacakan Al-Qur'an dalam bahasa Arab atau ketika saya belajar terjemahannya sendiri, ketimbang saat shalat. Saya merasa bersalah karena mendengar orang lain menggambarkan shalat sebagai waktu untuk 'berbicara' dengan Allah, dan saya tidak merasa nyaman berbicara biasa-biasa saja dengan Allah dalam doa. Saya pergi ke Umrah dan saat saya berdoa di Makkah dan Madinah saya merasakan koneksi yang tak terlukiskan itu, tapi di rumah saya tidak merasakan hal yang sama. Mungkin saya terlalu berpikir, tetapi saya benar-benar ingin merasa lebih dekat dengan Allah saat saya berdoa di rumah. JazakAllahu khairan untuk saran apa pun.