Bingung menjelasin pilihan saya tentang apa yang haram dalam permainan ke teman-teman non-Muslim saya - butuh saran
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semalam aku mengalami situasi yang canggung. Aku bilang sama beberapa teman non-Muslim, aku nggak bisa gabung main game yang namanya Genshin Impact karena interaksi karakternya melibatkan hal-hal yang bikin aku merasa itu seperti shirk - patung dan stuff-stuff gitu. Waktu aku bilang aku selektif, maksudku seperti ini: dengan video game dan media lainnya, aku biasanya lihat dua sudut pandang yang umum. 1. Ini kan cuma fiksi, ini game, jadi apa yang kamu lakuin di dalamnya bukan hal besar. 2. Apa yang kamu lakuin dalam game yang haram tetap dianggap haram untuk orang yang melakukannya. Untuk Genshin Impact, sebagian besar temanku cenderung ke pandangan #2. Mereka nggak suka aku menerapkan pandangan yang lebih ketat ini ke Genshin tapi memperlakukan game lain, film, kartun, dll. lebih kayak pandangan #1. Mereka emang benar kalau ini kelihatan nggak konsisten - aku tetap teguh dengan alasan aku tentang Genshin secara spesifik, tapi aku masih main game lain yang bikin aku lebih santai. Aku paham kenapa mereka mempertanyakannya. Masalahnya, kalau aku mengikuti pandangan #2 secara keseluruhan dan berhenti semua, itu bakal benar-benar berdampak buruk ke kesehatan mentalku, dan mungkin merusak persahabatan ini. Aku udah kenal orang-orang ini lama dan aku nggak mau kehilangan mereka. Aku lagi cari saran tentang gimana cara menjelaskan sikapku dengan baik dan menjaga hubungan tetap utuh - semoga tanpa ada yang merasa dihakimi atau dihina. Kalau ada saran praktis tentang cara menyampaikan ini dengan tenang dan hormat, aku akan sangat menghargainya. JazakAllahu khair.