Masih Berjuang Mencari Kedamaian Setelah Mengalami Kekerasan Seksual - As-salamu alaykum
As-salamu alaykum. Aku masih berusaha untuk menerima apa yang terjadi padaku, serangan seksual, dan itu udah sangat sulit. Aku berusaha hidup menjunjung kesucian, jadi aku jujur aja nggak tahu apa yang terjadi ketika itu dimulai. Seperti banyak penyintas, aku membeku - aku nggak bisa menghentikannya, nggak bisa berteriak minta tolong atau melawan. Orang yang melakukannya bilang, "kamu bisa bilang tidak, atau apapun," dan itu bikin semuanya jadi lebih buruk. Aku tahu mungkin aku nggak akan mendapatkan keadilan, permohonan maaf, atau pengakuan apapun, tapi ingatan itu terus berputar di kepalaku. Aku nggak bisa move on dari duka dan kemarahan ini. Udah lebih dari setahun dan aku khawatir gimana aku bisa mendekati pernikahan. Aku merasa sangat malu karena nggak ada orang yang bisa kubicarakan dengan aman. Aku bahkan merasa sangat kotor sampai-sampai berpikir mungkin Allah SWT nggak akan menerima doaku - mungkin kalau aku berdoa pada saat itu, semua ini nggak akan menyakitiku begitu banyak. Dulu, aku adalah orang yang nggak punya rahasia, yang akan menceritakan segalanya secara terbuka, tapi sekarang rasa ini membebani aku dengan malu yang nggak pernah aku bayangkan. Dulu, aku bisa mengalihkan pandangan dari pria non-mahram dalam sekejap, dan aku selalu bertobat dengan tulus karena bersalaman akibat tradisi Barat. Semua itu bikin ini terasa lebih berat. Kadang-kadang, aku mencoba mencari sisi positifnya: mungkin ini menjauhkan aku dari keterikatan yang terlalu pada dunia ini. Aku juga memikirkan anak-anak tak bersalah di Gaza dan orang-orang lain yang udah menderita jauh lebih parah - mungkin di akhira mereka akan bebas dari trauma itu, dan mungkin, jika Allah mengizinkan, ingatan ini juga akan diringankan atau dihapus untukku. Kadang-kadang, aku bertanya-tanya apakah aku membawa semua ini ke diriku sendiri karena aku menilai orang lain yang punya "masa lalu." Aku tahu itu pikiran yang keras, tapi itu menghantuiku. Tolong, siapa pun yang membaca ini, ambil peringatanku dengan serius: jangan bertemu seseorang sendirian bahkan jika mereka bilang itu tentang pernikahan. Bahkan di tempat yang ramai, mereka bisa menemukan cara untuk membawamu ke tempat yang pribadi. Jika kamu nggak punya pengalaman, kamu mungkin terlalu takut untuk bilang tidak saat mereka perlahan-lahan melewati batas. Pikiranmu bisa mati rasa sementara mereka bertindak seolah itu adalah hari biasa. Semoga Allah SWT memberi aku dan semua orang yang menderita kesabaran, penyembuhan, dan kemudahan. Jika bisa, tolong ingat aku dalam doamu.