Sisters, hati-hati - pengalaman Muzz saya
As-salamu alaykum sisters, saya mau berbagi sesuatu yang terjadi pada saya supaya yang lain bisa lebih berhati-hati. Ini cuma pengalaman pribadi saya dan saya nggak punya bukti untuk semuanya, tapi ada beberapa hal yang bikin saya merasa nggak pas. Saya ketemu seorang pria online yang terlihat religius, sopan, dan serius tentang pernikahan. Dia bahkan ngomong sama keluarga saya dan bilang kita akan membuat semuanya halal setelah Ramadan. Dia dermawan dan konsisten hampir setahun - jemput saya dari bandara (perjalanan empat jam), bayar makan malam, merawat saya waktu saya kurang sehat, dan kita ngomong setiap hari. Lalu saya tahu dia bohong tentang usianya (dia bilang 35 tapi sebenarnya 40) - seharusnya saya ambil itu sebagai tanda bahaya. Setelah Ramadan, pas waktunya untuk bertemu keluarga saya dengan serius, dia tiba-tiba menghilang tanpa ada penjelasan. Beberapa waktu setelah itu saya lihat dia masih di situs yang sama dan masih memberikan informasi palsu. Waktu saya tanya, dia menghindar dari tanggung jawab, bilang dia stres dan ‘belum siap.’ Saya nggak tahu alasannya, dan mungkin saya salah, tapi beberapa hal terasa aneh. Misalnya, dia menyebutkan keponakan berusia 18 tahun dan ngobrol dengan seorang pengacara tentang keponakan itu pas kita bareng - terasa aneh bagi saya kalau seorang paman jadi orang yang dihubungi dan bukan orang tua. Bisa saja saya salah, tapi saya mau berbagi ini supaya saudari yang lain nggak terluka. Percayalah pada instingmu, tetapkan batasan, dan libatkan keluarga sejak awal jika memungkinkan. Semoga Allah melindungi kita semua dan membimbing kita ke yang terbaik.