Saudari-saudari, bantu aku tetap tegas dengan mantanku.
AsSalaamu Alaikum saudari-saudari. Saya akan singkat aja. Saya sudah bercerai secara Islam sekitar setahun, dan kami punya tiga anak. Mantan suami saya berjuang dengan masalah kesehatan mental, tidak punya pekerjaan atau penghasilan, dan tinggal sama keluarganya sampai mereka minta dia pergi. Dia pergi ke ayahnya di negara bagian lain, dan sebelum itu dia minta untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak dan apakah bisa tinggal bersama kami beberapa hari. Saya setuju (iya, saya tahu!). Beberapa hari jadi sekitar seminggu setengah. Keluarganya bilang mereka tidak mampu beli tiket pesawat menjelang Natal karena harga melambung tinggi, jadi saya cari tiket yang lebih murah dan bahkan turut membantu. Itu bikin rekening saya jadi negatif. Dia pergi sebulan, lalu ngirim pesan ke saya di malam Rabu minta untuk tinggal beberapa hari. Saya tidak membalas karena sudah larut malam dan saya serta anak-anak sudah tidur. Dia datang tengah malam di depan pintu saya. Kami baru saja mengalami badai salju dan saya merasa tidak enak menolaknya, jadi saya biarkan dia tinggal semalam aja. Keesokan harinya saya bilang dia harus minta keluarganya untuk mencarikannya hotel, tapi mereka menolak. Saya bilang dia perlu pergi dan tidak bisa tidur di sini lagi, meski dia bisa mengunjungi anak-anak setelah sekolah. Dia sudah pergi sejak Kamis. Malam ini dia minta saya menjemputnya dari masjid dan saya bilang tidak. Saya berusaha untuk mempertahankan batasan saya tapi saya merasa bersalah. Dia membuat saya merasa bersalah dan akan memanfaatkan jika saya memberi sedikit saja. Saya ingin menjaga interaksi kami hanya tentang anak-anak dan tidak membuka pintu untuk membantunya secara finansial atau membiarkannya tinggal. Saran, doa, atau cinta yang keras untuk membantu saya tetap kuat akan sangat berarti.