Diterjemahkan otomatis

Saudari-saudari, bantu aku tetap tegas dengan mantanku.

AsSalaamu Alaikum saudari-saudari. Saya akan singkat aja. Saya sudah bercerai secara Islam sekitar setahun, dan kami punya tiga anak. Mantan suami saya berjuang dengan masalah kesehatan mental, tidak punya pekerjaan atau penghasilan, dan tinggal sama keluarganya sampai mereka minta dia pergi. Dia pergi ke ayahnya di negara bagian lain, dan sebelum itu dia minta untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak dan apakah bisa tinggal bersama kami beberapa hari. Saya setuju (iya, saya tahu!). Beberapa hari jadi sekitar seminggu setengah. Keluarganya bilang mereka tidak mampu beli tiket pesawat menjelang Natal karena harga melambung tinggi, jadi saya cari tiket yang lebih murah dan bahkan turut membantu. Itu bikin rekening saya jadi negatif. Dia pergi sebulan, lalu ngirim pesan ke saya di malam Rabu minta untuk tinggal beberapa hari. Saya tidak membalas karena sudah larut malam dan saya serta anak-anak sudah tidur. Dia datang tengah malam di depan pintu saya. Kami baru saja mengalami badai salju dan saya merasa tidak enak menolaknya, jadi saya biarkan dia tinggal semalam aja. Keesokan harinya saya bilang dia harus minta keluarganya untuk mencarikannya hotel, tapi mereka menolak. Saya bilang dia perlu pergi dan tidak bisa tidur di sini lagi, meski dia bisa mengunjungi anak-anak setelah sekolah. Dia sudah pergi sejak Kamis. Malam ini dia minta saya menjemputnya dari masjid dan saya bilang tidak. Saya berusaha untuk mempertahankan batasan saya tapi saya merasa bersalah. Dia membuat saya merasa bersalah dan akan memanfaatkan jika saya memberi sedikit saja. Saya ingin menjaga interaksi kami hanya tentang anak-anak dan tidak membuka pintu untuk membantunya secara finansial atau membiarkannya tinggal. Saran, doa, atau cinta yang keras untuk membantu saya tetap kuat akan sangat berarti.

+243

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasa sangat bersalah saat pertama kali menetapkan batasan. Itu membantu untuk melatih apa yang akan kamu katakan: tenang, tegas, skrip yang sama setiap kali. Ulangi itu. Tidak ada negosiasi. Kamu berhak atas kedamaian, bukan penjelasan. Doaku untuk kesabaranmu.

+12
Diterjemahkan otomatis

Cinta yang keras: rasa bersalah adalah alatnya. Ketika dia membuat kamu merasa bersalah, pikirkan: apakah menyerah akan mengubah perilakunya dalam jangka panjang? Mungkin tidak. Simpan bukti pengeluaranmu dan pertimbangkan untuk melibatkan keluarganya atau imam jika dia terus melanggar batas. Kamu berhak untuk melindungi anak-anakmu.

+11
Diterjemahkan otomatis

Gadis yang sama, sekali kamu membiarkan satu hal, itu jadi dianggap biasa. Ingatkan dia bahwa kunjungan itu untuk anak-anak saja dan jangan bahas uang atau akomodasi. Blokir pesan larut malam jika perlu. Kamu bukan orang yang jahat, kamu melindungi anak-anakmu - tetap tegas.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kamu udah lebih dari cukup. Gak apa-apa kok bilang enggak dan beneran maksud itu. Kalo dia muncul, jangan buka pintu - ngomong lewat jendela atau telpon pihak ketiga. Batasan kecil sekarang bisa ngurangin stres besar nanti. Kirim doa dan pelukan ❤️

+6
Diterjemahkan otomatis

As-salamualaikum sister, kamu udah melakukan hal yang bener. Anak-anak dulu. Jaga batasan agar jelas dan patuhi waktu jemput/antaran yang udah disepakati. Catat setiap permintaan secara tertulis supaya ga terlalu emosional. Kirim doa semoga Allah memberi kamu kekuatan dan kemudahan 💛

+6
Diterjemahkan otomatis

Kamu keren banget udah bilang tidak pada kunjungan dadakan tengah malam. Jaga interaksi tetap singkat dan di tempat umum kalau bisa, dan ajak tetangga atau teman keluarga buat jadi saksi kalau kamu khawatir. Dua: semoga Allah mempermudah semua ini dan menjaga keluargamu tetap aman.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar