Tips sederhana: Buat kebiasaan itu bertahan dengan menggabungkannya dengan versi kecil - As-salamu alaykum
As-salamu alaykum - Dulu, saya tipe orang yang all-or-nothing. Kalau saya ketinggalan olahraga satu hari, saya akan yakin seluruh minggu saya hancur. Kalau saya nggak bersihin dapur satu malam, saya akan membiarkannya terbengkalai beberapa malam lagi karena “ya udah, streak-nya selesai.” Rasanya kayak saya selalu mulai dari nol. Lalu seseorang nyebut tentang melakukan versi satu menit dari kebiasaan di hari-hari ketika energi atau motivasi kita bener-bener habis. Awalnya terdengar konyol, tapi itu mengubah segalanya buat saya. Begini idenya. Pilih satu kebiasaan yang mau kamu bangun, lalu buat versi mikro yang memakan waktu kurang dari enam puluh detik dan nggak butuh persiapan. Kebiasaan utama saya adalah olahraga di rumah selama dua puluh menit, tapi kebiasaan mikro saya literally cuma lima squat di samping tempat tidur. Kalau saya sakit, capek, atau stres dan tahu saya nggak akan bisa melakukan sesi penuh, saya akan melakukan lima squat itu. Rantaian tetap utuh. Pikiran saya masih merasakan rasa pencapaian, jadi hari itu nggak terasa gagal. Saya mulai melakukan ini dengan bagian kehidupan lainnya juga. Terlalu capek untuk bersihin seluruh dapur di malam hari? Saya lap satu meja. Terlalu overwhelmed untuk menulis jurnal? Saya tulis satu kalimat. Terlalu lelah untuk latihan bahasa Arab atau bahasa lain? Saya cuma melakukan satu flashcard. Lucunya, setengah waktu versi kecil ini bikin otak saya terus melanjutkan - lima squat bisa berubah jadi sepuluh menit gerak karena memulai tuh yang jadi rintangan sebenarnya. Bagian terbaik: itu menghilangkan rasa bersalah. Kamu nggak bakal terpuruk karena “kegagalan.” Kamu nggak mulai ulang kebiasaan berulang kali. Kamu cuma memperkecilnya sampai pas dengan hari yang kamu jalani. Menjaga benang kecil itu utuh terasa jauh lebih berkelanjutan daripada memaksakan kesempurnaan. Coba aja - semoga Allah memudahkan.