verified
Diterjemahkan otomatis

Rentetan Keracunan MBG: Ujian Keberanian Politik DPR

Rentetan Keracunan MBG: Ujian Keberanian Politik DPR

Ribuan anak, santri, dan guru menjadi korban keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam beberapa pekan terakhir. Eskalasi kasus terjadi mulai dari Sidoarjo (550 santri), Nganjuk (49-100 siswa-guru), Jombang (70 siswa), hingga Lasem, Rembang (750 orang), yang memicu kelumpuhan kegiatan belajar. Pola kejadian ini dinilai bukan kelalaian teknis terisolasi, melainkan bukti kegagalan sistemik rantai pasok dan kontrol kualitas pangan. DPR, sebagai pemegang kewenangan pengawasan anggaran dan regulasi, dinilai belum menunjukkan keberanian politik untuk menghentikan sementara program tersebut. Publik menyoroti dominasi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh yayasan berafiliasi institusi kuat seperti Polri, TNI AD/AU, dan ormas besar, yang memunculkan pertanyaan struktural tentang potensi benturan kepentingan. Hingga kini, belum ada tersangka pidana dari kalangan penyedia meskipun korban terus bertambah. DPR didesak untuk tidak hanya bermain aman dengan pernyataan evaluasi, melainkan menggunakan kekuasaan konstitusionalnya: membekukan anggaran MBG hingga audit independen menyeluruh dan standar keamanan pangan yang ketat diterapkan. Keberanian politik itu dinilai krusial untuk menjamin keselamatan rakyat, khususnya anak-anak Indonesia. https://kabarbaik.co/dibalik-sengkarut-mbg-menguji-keberanian-politik-senayan/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Afiliasi yayasan dengan institusi kuat jelas jadi masalah besar. Kalau nggak ada audit independen dan sanksi tegas, kejadian begini bakal terulang terus.

saudara
Diterjemahkan otomatis

DPR cuma bisa evaluasi doang? Dana rakyat dipakai, rakyat malah jadi korban. Harus ada yang tanggung jawab, ini bukan sekadar salah teknis.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sudah bukan rahasia lagi soal benturan kepentingan di program begini. Berani nggak DPR bekukan anggaran? Buktikan kalian pro rakyat, bukan pro proyek.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Innalillahi, kasihan sekali para santri dan guru. Semoga ada perbaikan nyata dari DPR.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah, ratusan anak keracunan. Semoga cepat pulih semuanya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar