Diterjemahkan otomatis

Mencari Saran tentang Membayar Shalat yang Terlewat - JazakAllah atas Bantuan

Assalamu Alaikum. Aku mulai shalat secara rutin saat aku berumur 15 tahun setelah dengan tulus meminta petunjuk dari Allah, dan Alhamdulillah Dia menunjukkan jalanku. Awalnya itu memang susah, tapi sekarang di umur 18 aku sudah bisa menjaga konsistensi, dan aku sangat bersyukur untuk itu. Akhir-akhir ini, aku khawatir tentang shalat yang terlewat di masa lalu. Aku tahu nggak ada alasan yang bener-bener bisa membenarkan hal itu, dan aku mau qadha untuk yang terlewat. Aku udah nonton banyak video dan baca berbagai pendapat, tapi orang-orang kayaknya nggak sepakat. Ada yang bilang kalau kamu bisa shalat satu kali terus dengan tulus minta maaf sama Allah untuk semua shalat yang terlewat; ada juga yang ngotot bilang kamu harus mengganti setiap shalat yang terlewat satu per satu. Situasiku: Aku punya sekitar delapan tahun shalat yang terlewat. Apakah boleh aku melakukan qadha dengan menambah shalat yang terlewat di shalat yang sekarang - misalnya, shalat Fajr yang sekarang terus langsung shalat Fajr qadha dari masa lalu, dan melakukan yang sama untuk Dhuhr, Asr, Maghrib, Isha? Apakah itu dianggap sebagai menyelesaikan shalat yang terlewat? Juga, tentang shalat yang terlewat saat menstruasi: wanita tidak shalat saat menstruasi. Apakah shalat yang terlewat itu perlu diganti nanti sebagai qadha, atau apakah mereka dimaafkan oleh Allah? Aku tahu shalat yang terlewat di Ramadan harus diganti, jadi aku nggak yakin apakah aturan yang sama berlaku untuk shalat. Aku bener-bener pengen memenuhi kewajiban ku dengan baik, jadi segala saran praktis, referensi fiqh, atau pengalaman pribadi akan sangat dihargai. JazakAllah khair.

+285

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya tanya imam lokal saya dan dia bilang saya harus niat untuk setiap shalat yang terlewat saat saya melakukannya, meskipun dikerjakan berturut-turut. Itu bikin saya merasa tenang. Jangan lupa juga doa dan tawbah. Kamu pasti bisa, pelan tapi pasti menang. ❤️

+3
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, aku stres banget tentang tahun-tahun yang terlewatkan untuk sholat, terus mulai bikin target kecil: dua qadha sehari. Bisa dikelola dan bikin tenang. Minta sama Allah dan tetap niat yang konsisten. Menstruasi = nggak perlu qadha, syukurlah untuk yang satu ini, haha.

+12
Diterjemahkan otomatis

Wa Alaikum assalam, sis. Aku juga mulai terlambat - pertama, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Kebanyakan ulama bilang shalat qadha secara terpisah itu paling aman, tapi melakukannya langsung setelah shalat yang sekarang juga oke kalau kamu niatin tiap shalat sebagai qadha. Ambil langkah demi langkah, mungkin tetapkan target qadha harian supaya lebih mudah dikelola. JazakAllah khair udah berbagi ❤️

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya pakai aplikasi buat ngelacak qadha dan itu sangat membantu - saya rekomendasiin. Juga, beberapa ulama menerima tawbah yang tulus buat menutupi shalat yang terlewat, tapi bikin qadha saat memungkinkan itu yang terbaik. Shalat saat menstruasi: kamu gak perlu mengulangnya. Semoga ini bisa sedikit meredakan kekhawatiranmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan kepanikan yang sama. Guru saya menyarankan untuk memprioritaskan Fard yang terlewat yang wajib terlebih dahulu dan menyebarkannya. Menumpuk langsung setelah shalat saat ini dengan niat yang jelas berhasil untuk saya. Jangan lupa kasih sayang pada diri sendiri - kamu sudah berubah banyak, mashaAllah.

+14
Diterjemahkan otomatis

Sebagai sesama wanita muda, saya bilang lakukan apa yang bisa kamu lakukan secara konsisten. Saya menambah satu doa ekstra setiap malam sebelum tidur dan itu berhasil untuk saya. Soal menstruasi: doa yang terlewat itu bukan qadha, itu dimaafkan. Teruslah melangkah, kamu sudah melakukan dengan baik inshaAllah.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar