Salam.lifeSalam.life
TerbaikBaruMengikutiAmal
TerbaikBaruMengikutiAmal
© 2026 Salam.life
4 bulan yang lalu

Mencari Saran Tentang Pendekatan Santai Keluarga Saya Terhadap Islam

As-salamu alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh. Aku udah beberapa hari ini tinggal bareng keluargaku, dan makin jelas kalau pendekatan santai mereka terhadap deen kita tuh bener-bener susah buat aku terima. Aku butuh saran dan perspektif. JazakAllahu khayran sebelumnya. Konteks: Orang tuaku nggak pernah memaksa agama ke kita; malah kebanyakan terlalu santai. Kita tinggal di pinggiran kota Amerika kelas menengah yang punya komunitas Muslim besar. Ibuku (yang baru masuk Islam) dan aku adalah satu-satunya yang pakai hijab. Saudaraku (semua di atas 25) udah pernah sekolah Islam, jadi mereka punya pengetahuan dasar. Ayahku punya latar belakang agama secara budaya dan pendidikan, tapi sikap santainya bikin banyak hal jadi kebablasan. Contohnya: Saudara perempuan #2: - Minum alkohol dan ngobrol tentang itu dengan santai. - Beli sereal yang ada gelatin babinya dan mau kasih ke keponakan kita; waktu aku tunjukin, dia bercanda bilang itu nggak sama dengan “babi sungguhan” dan mau makan dengan tenang. - Izinin anaknya merayakan Halloween. - Pacaran santai dan share detail tentang hubungan dengan anaknya. Saudara perempuan #3: - Sering pakai ganja. - Baru-baru ini cerai dari suaminya (yang terlibat di dunia musik). - Ngabisin akhir pekan di apartemen seorang pria di luar negara setelah baru ketemu, karena dia bilang “minat untuk menikah dengan dia.” Saudara perempuan #1: - Pernah mengunjungi paranormal dua kali dalam dua tahun. - Secara terbuka mengkritik Islam soal peran gender dan qadr. - Anaknya merayakan Halloween, tapi dia masih kadang ngirim mereka ke sekolah Islam, yang bikin aku bingung. Ayah: - Sebagian besar membiarkan semua ini terjadi tanpa membimbing atau mengoreksi mereka. - Baru-baru ini bilang ke aku aku bisa keluar tanpa hijab karena udah malam dan “nggak ada yang lihat,” yang terasa kayak salah paham tentang tujuan hijab. Teman keluarga (kayak saudara perempuan kelima): - Mendukung isu LGBT dan transisi. - Mengidentifikasi diri sebagai feminis radikal/Marxis hijabi. - Bisa agak pasif-agresif ketika aku bicara tentang suamiku atau nggak ikut mengkritik laki-laki. Aku nggak yakin apakah mereka ngeliat beberapa tindakan ini sebagai dosa atau mereka pikir itu bisa diterima. Aku nggak mau menghakimi ujian orang lain di depan Allah, dan aku berusaha untuk berdoa dan mengingatkan mereka dengan lembut, tapi sulit banget karena banyak hal ini dilakukan secara terbuka dan bahkan diakui. Aku harap aku nggak terdengar terlalu menghakimi, tapi semua ini terlalu salah bagiku. Aku liat konsekuensi dalam kehidupan mereka yang berantakan yang aku yakin berasal dari mengabaikan Allah SWT. Ketidakmampuan atau ketidakseriusan mereka buat berubah bener-bener bikin aku terganggu. Aku udah coba ngingatin dengan lembut dan membiarkan segala sesuatunya, tapi keterbukaan mereka bikin itu sulit. Apa aku cukup lembut? Aku punya hubungan yang baik dengan mereka - harusnya aku manggil rapat keluarga atau bicara dengan masing-masing orang secara pribadi? Saran praktis tentang bicara dengan baik tapi tegas, menetapkan batasan, dan melindungi iman aku bakal sangat membantu. JazakAllahu khayran untuk semua petunjuk dan doanya.

+226

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

66 komentar
4 bulan yang lalu

Salaam sis - aku udah pernah ngalamin itu. Ngedit batasan yang lembut bener-bener nyelamatin kewarasanku: batasi kunjungan malam, hindari topik yang bisa memicu, dan tetap ingatkan mereka dengan singkat dan konsisten. Doa itu kuat, tapi jaga juga ketenanganmu. Kamu nggak perlu memperbaiki mereka, cukup jadi contoh yang konsisten.

+8
4 bulan yang lalu

Geng, sikap santai itu terdengar melelahkan. Mungkin cari saudari lokal atau imam yang bisa diandalkan buat minta saran supaya kamu nggak merasa sendirian. Ingatkan dengan lembut, buat doa, dan jangan biarkan pilihan mereka menggoyahkan keyakinanmu.

+7
4 bulan yang lalu

Oh wow, ini bener-bener terasa. Aku bakal ngobrol satu-satu sama setiap saudara, bukan rapat besar - biar lebih santai. Bagikan perasaan, bukan ceramah. Dan tolong terus jaga rutinitasmu, konsistensi itu jauh lebih berarti daripada kata-kata. Kirim doa untuk kesabaran.

+5
4 bulan yang lalu

Singkat dan nyata: kamu nggak judes hanya karena peduli. Tapi nada itu penting - aku sih akan ngindarin konfrontasi di depan orang lain. Pengingat yang lembut dan penuh kasih secara pribadi, plus batasan pribadi yang jelas (kayak nggak ada alkohol di rumahmu) bantu aku jaga kedamaian.

+4
4 bulan yang lalu

Mengirimkan cinta. Jika kamu khawatir tentang anak-anak, fokuslah untuk melindungi mereka dulu. Jelaskan semuanya dengan tenang kepada ponakan saat kamu bisa, dan tunjukkan kerendahan hati tanpa membuat mereka merasa malu. Tindakan kecil yang konsisten + doa = pengaruh yang bertahap.

+5
4 bulan yang lalu

Aku juga seorang mualaf dan jujur, batasan itu sangat penting. Kalau ayah menyarankan untuk tidak pakai hijab di malam hari, jelasin dengan tenang pendapatmu dan tinggalkan saja di situ. Lindungi imanmu dulu, meskipun kadang itu berarti waktu bersama keluarga yang lebih sedikit.

+9
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar

Postingan Terbaik

6j yang lalu

Ramadan dan energi mentalku

+47
19j yang lalu

Mencari ide untuk mendukung suami selama Ramadan (sebagai pasangan non-Muslim)

+188
🌙

Selamat datang di Salam.life!

🌐

Terjemahan AI untuk postingan dan komentar ke lebih dari 30 bahasa

👥

Linimasa terpisah untuk Saudara dan Saudari plus filter konten haram

💚

Proyek amal dari yayasan Islam tepercaya

20j yang lalu

Ramadanku yang Pertama sebagai Pemeluk Islam Baru

+194
20j yang lalu

Sebuah pertanyaan tentang Islam dari seseorang yang sedang menjelajahi iman

+189
1h yang lalu

Mencari ide untuk mendukung suami selama Ramadan (sebagai pasangan non-Muslim)

+235
20j yang lalu

Pengalaman Ramadan Pertama Saya

+165
1h yang lalu

Baru Jadi Muslim: Merasa Kesepian Selama Ramadan

+209
19j yang lalu

Hamas mengutuk serangan Israel terhadap kamp pengungsi di Lebanon.

Hamas mengutuk serangan Israel terhadap kamp pengungsi di Lebanon.
+136
1h yang lalu

Buka puasa untuk keluarga para pembela Tanah Air di Dagestan

Buka puasa untuk keluarga para pembela Tanah Air di Dagestan
+359
21j yang lalu

Uni Emirat Arab dan Bahrain mengirim 100 ton bantuan ke Gaza untuk bantuan Ramadan.

Uni Emirat Arab dan Bahrain mengirim 100 ton bantuan ke Gaza untuk bantuan Ramadan.
+134
1h yang lalu

Apakah boleh berganti pakaian di masjid?

+182
1h yang lalu

Mualaf Baru Di Sini: Merasa Kesepian Selama Ramadan

+191
2h yang lalu

Pengalaman Ramadan Pertamaku

+356
1h yang lalu

Laporan PBB Merinci Kekejaman Menggemparkan dalam Perdagangan Penipuan Global

Laporan PBB Merinci Kekejaman Menggemparkan dalam Perdagangan Penipuan Global
+212
1h yang lalu

Menteri Uni Emirat Arab menekankan perlunya solusi yang bermartabat di Gaza meski ada kemajuan.

Menteri Uni Emirat Arab menekankan perlunya solusi yang bermartabat di Gaza meski ada kemajuan.
+276
1h yang lalu

Apakah orang yang kau doakan untuk dinikahi adalah orang yang akhirnya jadi pasanganmu?

+284
1h yang lalu

Saat Ramadan Terasa Terlalu Berat: Perjuanganku dengan Kecemasan dan Depresi

+278
1h yang lalu

Pengalaman Ramadan Pertamaku

+162
17j yang lalu

Ketegangan Meningkat: AS Pertimbangkan Serangan Sementara Iran Tolak Tuntutan Pengayaan Nol

Ketegangan Meningkat: AS Pertimbangkan Serangan Sementara Iran Tolak Tuntutan Pengayaan Nol
+77
1h yang lalu

Bantuan Kemanusiaan UAE untuk Gaza Selama Ramadan

Bantuan Kemanusiaan UAE untuk Gaza Selama Ramadan
+298
🌙

Selamat datang di Salam.life!

🌐

Terjemahan AI untuk postingan dan komentar ke lebih dari 30 bahasa

👥

Linimasa terpisah untuk Saudara dan Saudari plus filter konten haram

💚

Proyek amal dari yayasan Islam tepercaya