Santri, Kader Ulama Pembangun Peradaban Islam
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kementerian Agama mendorong santri berkontribusi dalam pembangunan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, kemandirian ekonomi, dan kepedulian sosial. Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah santri dipersiapkan sekadar menjadi tenaga profesional atau sebagai kader ulama pembimbing umat?
Berdasarkan data Kementerian Agama per 4 Oktober 2026, sebanyak 4.634.406 santri telah terverifikasi. Potensi besar ini perlu diarahkan agar tidak kehilangan tujuan utama pendidikan Islam: melahirkan generasi berilmu yang mampu membimbing umat dan meneruskan perjuangan Islam. Keterampilan modern tetap penting, namun harus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian Islam dan visi perjuangan yang jelas.
Kaderisasi ulama harus menjadi orientasi strategis pendidikan pesantren. Santri perlu menguasai tsaqafah Islam, memahami realitas kehidupan, dan mampu menghubungkan persoalan dengan syariat. Visi ini menghubungkan pendidikan santri dengan cita-cita membangun peradaban Islam yang berlandaskan akidah dan aturan kehidupan yang benar, bukan sekadar menyesuaikan diri dengan sistem yang berlaku.
Hari Santri menjadi momentum mengevaluasi arah pendidikan pesantren. Dari sekadar menyiapkan individu yang sukses, pesantren diharapkan menjadi ruang pembentukan generasi penerus perjuangan ulama yang berwawasan global dan bertanggung jawab terhadap kemaslahatan umat manusia.
https://www.harianaceh.co.id/2