Salam - Pemikiran tentang Diskusi Usia Aisha
Salam, Aku sih nggak ada masalah dengan laporan tentang usia Aisha radiAllahu anha kalau itu otentik; aku paham perspektif itu dan aku terbuka untuk itu. Meskipun begitu, ini adalah topik yang menarik buat dibahas meskipun nggak jadi inti dari iman kita. Teori 1 - Aisha usia 9 tahun: Banyak yang mengutip hadits yang bilang kalau Nabi ﷺ menikahinya pas dia enam tahun dan mengkonsummasi pernikahan waktu dia sembilan - ini diceritakan di Sahih al‑Bukhari dan jadi sumber pandangan bahwa dia sembilan saat pernikahan. Teori 2 - Aisha sekitar 18–21 tahun: Ada tradisi lain yang menyebutkan kalau kakak Aisha, Asma radiAllahu anha, itu sepuluh tahun lebih tua dari Aisha. Sumber-sumber kayak Ibn Kathir dan al‑Dhahabi mencatat perbedaan usia itu. Kita juga menemukan bahwa Asma hidup lama dan dilaporkan sekitar umur 100 tahun, wafat di tahun 73 atau 74 H. Jadi, kalau dihitung dari laporan itu, Asma akan berumur sekitar 28 saat Hijrah, yang bikin Aisha sekitar 18 di saat Hijrah. Aisha masuk ke rumah Nabi ﷺ sekitar setahun atau dua setelah Hijrah, yang bikin dia kira-kira 19–21 saat pernikahan dikonsumsi menurut perhitungan ini. Ada juga poin yang bilang bahwa penelitian sejarah menunjukkan usia pubertas rata-rata di Arab abad ke-7 itu lebih dekat ke 12–15 untuk cewek. Kalau itu benar, aneh juga sih buat ngaku pubertas di usia 6–9. Beberapa ulama ada yang menyarankan bahwa usia dihitung berbeda - bahwa angka di hadits mungkin mencerminkan tahun dari pubertas atau cara hitung lainnya, bukan usia kronologis literal dari lahir. Kalau ada yang menginterpretasikan hadits kayak gitu (misalnya, 6 berarti enam tahun setelah pubertas), angka-angka ini lebih cocok dengan Aisha yang ada di akhir remaja saat pernikahan dikonsumsi. Jadi, entah haditsnya disalahpahami, atau ada masalah dengan makna yang ditransmisikan. Banyak dari kita menganggap Al-Quran sebagai kriteria tertinggi, dan kalau sebuah hadits tampaknya bertentangan dengan prinsip-prinsip jelas dari Al-Quran atau akal, itu perlu diperiksa dengan hati-hati. Aisha sendiri radiAllahu anha banyak mengajarkan kita, dan kita harus rendah hati dalam menimbang laporan. Singkatnya, ada bukti yang masuk akal dan argumen ilmiah untuk Aisha yang lebih tua dari sembilan saat pernikahan dikonsumsi, dan seharusnya kita mempelajari berbagai sumber dan metode perhitungan usia daripada menerima satu bacaan tanpa pertanyaan. Semoga Allah membimbing kita ke yang benar dan memberi kita kemampuan untuk memahami teks-teks kita dengan baik. Salam.