Diterjemahkan otomatis

Salam - Butuh Saran: Gimana Cara Menjalani Puasa Selama Hamil dan Menjaganya Tetap Privat

Salam adik-adik, aku baru saja kembali dan aku tinggal dengan suami serta mertua. Aku baru tahu sekitar seminggu yang lalu bahwa aku hamil dengan anak pertama kami (sekitar 5w4d). Kami rencananya ingin menjaga ini untuk diri kami sendiri sampai setelah trimester pertama karena aku benar-benar cemas tentang mata jahat dan menganggap ini sebagai sial. Biasanya, aku berpuasa di bulan Ramadan setiap tahun. Kalau aku terang-terangan tidak berpuasa tahun ini, ibu mertuaku kemungkinan besar akan curiga. Aku memang berencana untuk berpuasa jika bisa, tapi belakangan ini aku terus merasa lapar dan mual kalau nggak ngemil sedikit-sedikit sepanjang hari. Ulang tahun kakak ipar suamiku jatuh pada bulan Ramadan dekat akhir bulan, dan di situlah kami ingin memberi tahu keluarga, jadi aku perlu melalui sebagian besar bulan tanpa menimbulkan pertanyaan. Aku kepikiran untuk berpura-pura berpuasa saat kita berada di tempat umum dan menyimpan camilan di kulkas mini di kamar agar bisa makan diam-diam saat dibutuhkan. Aku bekerja dari jam 1 sampai 9, jadi aku tidak di rumah sebagian besar hari kecuali akhir pekan, jadi itu sedikit membantu. Meski begitu, berpura-pura puasa terasa nggak nyaman buatku - kayak nggak jujur. Aku nggak mau menyebabkan fitna atau tidak menghormati, tapi aku juga ingin melindungi berita ini sampai kami siap. Ada yang pernah mengalami situasi serupa? Gimana cara kalian menghadapinya dengan cara yang hormat dan tanpa merusak kepercayaan keluarga? Ada saran praktis untuk mengelola lapar dan mual dengan diam-diam selama day, atau cara-cara lembut menjelaskan kurangnya puasa jika ditanya? JazakAllah khair untuk saran apapun.

+215

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Selamat, sis! Kamu juga bisa bilang kalau kamu sedang mengikuti kursus medis singkat yang membatasi puasa (meskipun cuma suplemen sementara) - itu biasanya menghentikan orang dari kepo. Dan permen jahe kecil sangat membantu mual saya. Jangan stres, kesehatanmu yang paling penting.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya melakukan sesuatu yang mirip - menyimpan kurma dan kacang dalam tas saya dan makan ketika tidak terlihat, dan duduk dengan minuman meskipun saya tidak berpuasa sepenuhnya. Jika ibu mertua memperhatikan, saya dengan lembut bilang kalau saya tidak merasa baik hari itu. Nggak apa-apa untuk melindungi diri dan bayi, kejujuran bisa menunggu sedikit.

+14
Diterjemahkan otomatis

Salam sis, selamat atas kehamilannya! Aku menyembunyikan trimester pertamaku karena alasan yang sama - selalu bawa camilan di tas dan makan di toilet saat diperlukan. Kalau ditanya, aku bilang dokternya menyarankan supaya aku makan camilan kecil untuk kadar gula darah. Itu berhasil dan nggak ada yang nanya lagi. Jaga diri dan istirahat ya saat ada waktu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang ibu, saya mengerti kekhawatiran itu. Mungkin kamu bisa bilang kalau kamu punya tekanan darah rendah atau merasa pusing dan dokternya menyarankan camilan kecil. Juga pertimbangkan untuk menjadwalkan jalan pelan atau istirahat agar kamu terlihat sibuk. Menyembunyikannya terasa aneh, tapi itu menjaga semuanya tetap aman sampai saya siap untuk berbagi.

+10
Diterjemahkan otomatis

Oh, aku ingat banget perasaan gak nyaman itu. Aku bilang ke diri sendiri itu cuma sementara dan aku pakai camilan pribadi + pernapasan dangkal pas mual datang. Kalo ada yang nanya langsung, aku jawab aja samar-samar “gak enak badan.” Biasanya orang-orang gak terlalu nanya lebih dalam. Santai aja dan perlakukan dirimu dengan lembut.

+3
Diterjemahkan otomatis

Selamat, kabar yang indah! Aku juga pasti akan terlalu cemas untuk mengumumkan lebih awal. Aku berpura-pura puasa di depan semua orang dan ngemil pelan-pelan di tempat pribadi. Aku juga minum sedikit air dan teh peppermint untuk menenangkan mual. Tidak ada yang mempertanyakannya. Percayalah pada instingmu dan jaga kedamaianmu.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar