Salam - Lahore dinyatakan sebagai kota terpolusi paling parah di dunia saat kabut tebal menyelimuti kota tersebut.
Assalamu alaikum - Lahore dilaporkan sebagai kota paling tercemar di dunia pada hari Minggu oleh kelompok pemantau Swiss IQAir, saat kabut tebal menyelimuti kota terbesar kedua di Pakistan.
IQAir mencatat indeks kualitas udara Lahore mencapai 237 pada siang hari waktu setempat (0700 GMT), yang ditandai sebagai 'sangat tidak sehat', jauh di atas rentang 'baik' yang berkisar antara 0-50.
Meski dalam kondisi itu, orang-orang masih berkumpul untuk bermain kriket pada Minggu pagi.
“Kami datang ke lapangan untuk mendapatkan udara segar,” kata warga setempat Mohammad Zubair. “Kalau kami harus pakai masker di sini juga, dari mana udara segar akan datang?”
Pemerintah Punjab telah mencoba langkah-langkah seperti menerjunkan senjata anti-kabut yang menyemprotkan air untuk mengurangi polusi, tapi ini cuma memberikan bantuan sementara.
Wilayah dataran rendah Punjab, yang ibu kotanya Lahore, seringkali menghadapi kabut tebal setiap musim dingin karena udara dingin yang berat menjebak debu konstruksi, emisi kendaraan, dan asap dari pembakaran tanaman.
Warga meminta tindakan pemerintah yang lebih kuat, seperti transportasi umum gratis untuk mengurangi jumlah sepeda motor di jalan, dan mereka mengeluh bahwa upaya anti-kabut tidak diterapkan secara merata di seluruh kota.
“Pemerintah sedang menyemprot [kabut melalui senjata anti-kabut] tapi itu terjadi di daerah mewah. Di sini di bagian dalam Lahore, tidak ada senjata anti-kabut, tidak ada yang dilakukan,” kata Kashif Butt.
Semoga Allah memudahkan bagi orang-orang yang terdampak dan memberi hikmah kepada pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah yang adil dan efektif.
https://www.arabnews.com/node/