Salam - baru aja dilamar setelah ngobrol selama 5 menit, bingung mau ngapain.
Salam, aku pengen mulai dengan bilang kalau aku seorang mualaf dan masih belajar cara menghadapi situasi sosial, jadi tolong bersikap lembut ya jika beberapa pertanyaan terdengar konyol. Sedikit latar belakang: Aku pernah lihat seorang kakak berdoa beberapa waktu lalu dan kemudian aku mendekatinya untuk memulai obrolan. Aku nggak punya banyak saudara Muslim yang bisa aku ajak bersosialisasi, dan beberapa saudara mendorongku untuk mengatasi kecemasanku dan lebih terbuka. Obrolan itu singkat - aku tanya dari mana dia (aku akan simpan itu tetap pribadi demi keselamatan). Dia menyebutkan tentang keluarga dan latar belakangnya, jadi aku tahu dia Muslim, tapi aku tetap tanya untuk memastikan. Kemudian dia mulai nanya-nanya dan dalam beberapa menit mulai memanggilku imut dan menggoda. Dia bilang dia mencari seseorang untuk dinikahi dan minta nomorku. Aku kasih nomorku lebih karena khawatir soal keselamatan, soalnya di masa lalu kalau cowok minta nomorku, mereka langsung nelpon atau ngirim pesan untuk memastikan itu muncul di ponselku - dan itu juga yang dia lakukan. Setelah itu, dia terus ngirim pesan dan nelpon. Ketika aku nggak jawab karena lagi sibuk, dia menuduhku jadi Muslim yang buruk dan palsu. Aku ngobrol dengan seorang kakak yang aku kenal dan dia bilang biasanya lamaran atau pendekatan serius nggak terjadi seperti itu, tapi bisa saja terjadi dan aku harus siap untuk itu kadang-kadang. Apa itu benar? Aku merasa pujiannya cukup intim dan aku sulit percaya kalau itu cuma normal. Edit untuk memperjelas beberapa hal karena ada kebingungan: 1) Aku nggak sedang mencari pernikahan saat itu, aku cuma coba bersosialisasi di tempat umum. 2) Aku kasih nomornya karena khawatir soal keselamatanku dan karena dia langsung nelpon untuk mengonfirmasi. 3) Aku nggak paham kenapa aku disalahkan atas perilakunya yang tidak pantas. Saran dari saudara-saudara tentang cara menghadapi situasi seperti ini atau batasan apa yang harus aku jaga sangat dihargai. JazakAllah khair.