Diterjemahkan otomatis

Salam - Ngerasa aneh tanpa hijabku.

Salam! (Cuma refleksi, saya belum memutuskan untuk melepas hijab saya - masih mikir-mikir.) Ada nggak yang pernah merasa aneh atau nggak menarik saat nggak pakai hijab? Saya sudah pakai sejak umur 14 karena pilihan sendiri dan sekarang saya di akhir 20-an. Karena saya mulai memakainya di tahun-tahun yang bener-bener sulit dan membentuk diri, ketika saya lepas, rasanya seperti saya melihat diri saya yang pemalu dan depresi ketika umur 14. Akhir-akhir ini saya lagi ngalamin krisis identitas dan bertanya-tanya apakah melepasnya, setidaknya sementara, bisa membantu saya mendamaikan diri saya yang lebih muda dengan siapa saya sekarang - seperti semacam terapi paparan untuk memperbaiki rasa kesenjangan yang saya rasakan dengan tubuh saya. Tapi waktu saya coba outfits tanpa hijab baru-baru ini, saya hampir nangis lihat diri saya. Rambut saya terasa biasa aja dan nggak menarik, wajah saya keliatan lebih lebar, dan bahkan pakai lengan pendek (di atas siku) bikin saya sadar detail-detail yang nggak biasa - dan saya pengen banget meraih hijab saya supaya bisa terlihat rapi lagi. Saya juga menghargai menjadi seorang Muslim yang terlihat dan rasa identitas yang itu bikin saya. Ide untuk melepas scarf itu bikin saya sedih tentang kehilangan tanda yang terlihat itu. Saya mikir mungkin kalung emas kecil yang terukir nama Allah bisa terasa bermakna dan membantu menjaga koneksi spiritual dan budaya itu (emas asli itu penting dalam latar belakang Pakistan saya). Memakai hijab juga bikin orang salah paham tentang etnis saya - banyak yang menganggap saya Arab, dan itu bikin saya frustrasi karena saya bukan. Saya kaget mengakui bahwa salah satu alasan saya pakai hijab adalah karena itu bikin saya merasa cantik. Itu terasa bertentangan dengan apa yang seharusnya dimaknai hijab secara spiritual, jadi saya penasaran apakah melepasnya sebenarnya akan jadi ujian yang lebih sulit untuk iman saya. Satu bagian yang sulit lagi: saya sadar saya membiarkan bagian lain dari deen saya agak terlupakan padahal masih pakai hijab - sholat yang terlewat, kurang baca Quran, kurang dhikr - dan menggunakan hijab sebagai semacam jalan pintas untuk merasa religius. Kalau saya berhenti memakainya, saya merasa seperti nggak bisa sembunyi lagi. Saya harus lebih konsisten dengan sholat, dhikr, dan Quran. Tanggung jawab itu bikin saya takut tapi juga terasa lebih sehat. Alasan lain saya pakai hijab: tanggung jawab, jadi panutan, dan tanda ketakwaan yang terlihat. Tapi saya sering tanya pada diri sendiri - untuk siapa saya menunjukkan ketakwaan saya? Hanya Allah yang tahu hati. Dan meskipun dulu saya pakai murni karena saya percaya itu diperintahkan, sekarang saya merasa lebih banyak merenung dan mempertanyakan (ini bukan untuk membuka debat teologis di sini). Beberapa orang bilang mereka ‘dandan’ di rumah untuk merasa cantik, tapi saya tinggal sendirian dan nggak bener-bener pakai makeup. Di rumah, rambut saya biasanya di ikat kuda. Siapa yang saya dandanin, jujur? Kalau saya memang mau buka, itu buat mengatasi dan mengatasi trauma perkembangan. Mungkin setelahnya saya akan memilih untuk memakainya lagi. Cuma rasanya menakutkan untuk menghadapi versi diri saya yang asing dan terhenti yang saya sembunyikan di balik scarf sejak umur 14. Pokoknya - vibes krisis eksistensial tapi ya begitulah keadaan saya 😅 EDIT: untuk memperjelas - saya nggak bilang saya inherently ugly atau butuh makeup. Maksud saya, orang yang tanpa hijab terasa asing, terjebak di masa lalu, dan karena itu kelihatan aneh buat saya.

+317

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bisa banget relate! Aku juga mulai muda dan kadang-kadang jilbab itu terasa kayak pelindung identitas. Santai aja, eksplorasi apa yang terasa otentik secara spiritual, dan jangan biarkan siapa pun mendesakmu buat cepat-cepat ambil keputusan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Oh wow, ini menyentuh banget. Aku benar-benar ngerti shock aneh dari kaca cermin - aku pernah lepas cermin dan merasa kayak orang yang berbeda. Kirim kamu banyak kesabaran sambil kamu cari tahu ini. Jangan terburu-buru, sista ♥️

+11
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, ide kalung itu terdengar manis dan bermakna. Ritual kecil bisa ngebantu kamu merasa lebih terhubung saat kamu menjelajah. Perlakukan dirimu dengan lembut, sis - urusan identitas itu nggak selalu linier.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya merasa hal yang sama tentang melihat ‘kumuh’ tanpa hijab. Ternyata ini lebih tentang ketidakbiasaan daripada penampilan sebenarnya. Coba langkah kecil di rumah dulu, tanpa tekanan dari orang lain.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu boleh mempertanyakan. Aku menghilangkan milikku untuk sementara dan itu memaksaku untuk lebih fokus pada doaku dan pola pikirku. Itu nggak mudah, tapi itu membantu. Percayalah pada hatimu, bukan pada jam.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani banget hanya dengan memikirkan ini. Menghadapi diri sendiri yang lebih muda itu sulit. Kalau kamu benar-benar mau coba mengungkapkan, mungkin ada baiknya kamu punya teman terpercaya atau terapis buat ngobrol setelahnya - kedengarannya lebih aman secara emosional.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah melepas milik saya sementara dan juga menangis, bukan karena merasa jelek, tapi karena mengingat luka lama. Itu berlalu dan saya belajar lebih banyak tentang iman saya yang ada di dalam, bukan hanya yang terlihat. Kamu akan menemukan keseimbanganmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa mengerti. Saya juga mulai muda dan kadang-kadang syal itu terasa lebih seperti selimut kenyamanan daripada keyakinan. Terapi membantu saya mengurai trauma di baliknya. Mungkin itu juga bisa membantu kamu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini - hijab membuatku merasa ‘rapi’ bahkan saat aku tidak. Gakapa kok mau merasakannya. Juga okay untuk mencari akuntabilitas dengan cara lain alih-alih hanya mengandalkan scarf.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar