Salam - Kadang-kadang, jadi seorang mualaf itu rasanya memang sulit banget.
Salam! Semoga kamu baik-baik saja. Maaf kalau ini terasa seperti curahan hati yang panjang, aku cuma butuh untuk mengeluarkan beberapa hal dari pikiranku. Aku tinggal di Australia dan jujur, lingkungan di sini bikin sulit. Media di sini nggak terlalu baik kepada Muslim atau agama, dan Muslim adalah bagian yang sangat kecil dari populasi di tempatku-saking kecilnya, statistik lokal bahkan hampir nggak menunjukkan keberadaan kami. Itu bikin rasanya jadi seorang yang baru dalam Islam jadi cukup menakutkan. Beberapa alasannya adalah: 1. Kepercayaan itu sulit. Orang-orang bisa terlihat baik di awal, tapi begitu kamu membuka diri, kamu nyadar ada yang memanfaatkan ketidakpahamanmu. Mereka memutarbalikkan ayat Quran dan hadits untuk mendorong ide-ide mereka sendiri ke atasku. 2. Aku sering dinilai. Aku nggak bisa membaca bahasa Arab dengan baik, jadi aku pake terjemahan, dan tiba-tiba aku dituduh nggak berusaha cukup keras. Kalau aku dengan sopan menyapa dan memuji seorang saudari, beberapa orang langsung melompat ke kesimpulan terburuk. Berbagi pendapat dan seseorang ngancam takfir. 3. Polisi haram online dan "imam" yang self-appointed itu bikin capek. Aku menghargai orang yang ingin membantu, tapi aku nggak perlu dimarahi setiap kali aku slip. Aku dengerin musik karena itu menenangkan kecemasanku, bukan karena aku mau menyimpang dari deen. 4. Mencari teman Muslim itu benar-benar sulit. Aku adalah seorang kongruen kulit putih dari latar belakang barat; di sebuah kota dengan beberapa juta orang, ada kurang dari 500 Muslim seumuranku. Usaha untuk menemukan komunitas yang ramah dan santai secara online itu kadang berhasil kadang nggak. Aku excited untuk menyelesaikan kuliah dan berharap bisa pindah ke negara mayoritas Muslim suatu hari nanti, subhanAllah. Untuk saat ini, aku berusaha tetap sabar, terus belajar, dan menemukan orang-orang baik kecil yang benar-benar peduli. Jazāk Allāhu khayran untuk siapa saja yang mendengarkan.